Laporkan Masalah

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA DISABILITAS INTELEKTUAL DI SLB KABUPATEN BANTUL, YOGYAKARTA

SHULHAN ARIEF H, Sri Hartini, S.Kep.,Ns.,M.Kes.,PhD.; Dr. Budi Wahyuni, MM., MA

2019 | Tesis | MAGISTER KEPERAWATAN

LatarBelakang : Prevalensi anak dengan disabilitas intelektual dilaporkan 1-3% atau 30 orang dari 1000 penduduk Indonesia. Disabilitas intelektual ditandai oleh ciri utama yaitu lemahnya kemampuan berpikir. Anak disabilitas intelektual tidak mengenal apa itu seksualitas, mereka kurang dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan, namun mereka memiliki perkembangan fisik dan ciri perkembangan seksual yang sama dengan anak yang normal. Anak disabilitas intelektual beresiko lebih tinggi memeiliki perilaku seksual negatif dibandingkan dengan anak yang normal. Tujuan : Mengetahui faktor-faktor (pemberian edukasi oleh orang tua tentang seksualitas, pengetahuan remaja tentang seksualitas, pola asuh orangtua, status sosial ekonomi, paparan media pornografi, dan konsumsi alkohol) yang berhubungan dengan perilaku seksual pada remaja disabilitas intelektual di SLB Kabupaten Bantul, Yogyakarta Metode : Penelitian ini merupakan rancangan cross sectional. Subjek penelitian seluruh orangtua dan siswa SMP SMA disabilitas intelektual di SLB Kabupaten Bantul. Subjek penelitian direkrut dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner pemberian edukasi oleh orangtua tentang seksualitas, pengetahuan remaja tentang seksualitas, pola asuh orangtua, perilaku seksual dan screening menggunakan kuesioner masalah teman sebaya. Analisis data dilakukan dengan uji Person dan Independent Sample T-test. Hasil : Sebanyak 64 siswa (72,7%) memiliki perilaku seksual beresiko tinggi. Terdapat hubungan yang bermakna antara paparan media pornografi (p=0.000) dan pengetahuan remaja (p=0.008) dengan perilaku seksual remaja disabilitas intelektual. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi alkohol, pemberian edukasi oleh orangtua, pola asuh dan status sosial ekonomi dengan perilaku seksual remaja disabilitas intelektual. Kesimpulan : Paparan media pornografi adalah faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku seksual remaja disabilitas intelektual.

Background: The prevalence of children with intellectual disabilities is reported to be 1-3% or 30 people out of 1,000 Indonesians. Intellectual disability is characterized by the main characteristic of weak thinking ability. Children with intellectual disabilities do not know what sexuality is, they are less able to adapt to the environment, but they have the same physical development and sexual development characteristics as normal children. Children with intellectual disabilities are at higher risk of having negative sexual behavior compared to normal children. Objective: To find out the factors (giving parents education about sexuality, adolescent knowledge about sexuality, parenting style, socioeconomic status, exposure to pornographic media, and alcohol consumption) related to sexual behavior in adolescents with intellectual disabilities in SLB Bantul Regency, Yogyakarta Method: The research subjects were all parents and high school students with intellectual disabilities at the SLB in Bantul Regency. Research subjects were recruited using consecutive sampling techniques. The instrument used was a questionnaire giving education by parents about sexuality, adolescent knowledge about sexuality, parenting, sexual behavior and screening using peer problem questionnaires. Data analysis was carried out by Person and Independent Sample T-test. Results: A total of 64 students (72.7%) had high risk sexual behavior. There is a significant relationship between exposure to pornographic media (p=0,000) and knowledge of adolescents (p=0.008) with adolescent sexual behavior in intellectual disabilities. There is no significant relationship between alcohol consumption, giving education by parents, parenting and socio-economic status with adolescent sexual behavior of intellectual disabilities. Conclusion: Exposure to pornographic media is the most dominant factor associated with adolescent sexual behavior in intellectual disabilities.

Kata Kunci : disabilitas intelektual, remaja, perilaku seksual, intellectual disability, adolescence, sexual behavior

  1. S2-2019-403473-abstract.pdf  
  2. S2-2019-403473-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-403473-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-403473-title.pdf