Laporkan Masalah

Pengelolaan Zakat Produktif Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Produktif Baznas Kota Yogyakarta Untuk Meningkatkan Pemberdayaan Perekonomian Para Mustahik Di Kota Yogyakarta

DESY WIDYA LUTFY, Dr. Nunuk Dwi Retnandari, MS

2019 | Tesis | MAGISTER ILMU ADMINISTRASI PUBLIK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengelolaan Program Pemberdayaan Ekonomi Produktif yang dilakukan oleh Baznas Kota Yogyakarta pada tahun 2017 sehingga program tersebut dapat berhasil meningkatkan pemberdayaan perekonomian para mustahik dibandingkan dengan program yang sama di tahun sebelumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan sumber data primer maupun sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam serta studi dokumen. Adapun data yang telah dikumpulkan tersebut, kemudian dianalisa dengan 3 alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yakni reduksi data, penyajian data serta menarik kesimpulan. Untuk menguji validitas data, teknik yang digunakan adalah Triangulasi, yakni memeriksa keabsahan data dengan memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data tersebut untuk keperluan pengecekan atau pembanding sehingga dihasilkan data yang valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Baznas Kota Yogyakarta telah melaksanakan program tersebut secara komperehensif, baik dari tahap perencanaan hingga evaluasi. Namun, nampaknya masih terdapat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian oleh Baznas Kota Yogyakarta terkait pelaksanaan program tersebut, antara lain: 1. Dalam hal penganggaran, belum memperhitungkan adanya kemungkinan peningkatan kebutuhan modal para mustahik. 2. Dalam penentuan jenis usaha belum mempertimbangkan kepemilikan lokasi penerima manfaat, besar kecilnya keuntungan usaha, dan kemampuan penerima manfaat untuk menyediakan barang dagangan. 3. Bentuk dan jenis bantuan modal yang diberikan masih disamakan antara mustahik satu dengan yang lain, padahal masing-masing mustahik memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. 4. Jumlah SDM masih belum mencukupi meskipun sudah ada penambahan personil khusus untuk menjadi pendamping para mustahik. 5. Beberapa materi pelatihan yang diberikan kurang sesuai jika harus diterapkan dalam usaha kecil dan baru dirintis serta belum ada materi praktikum. 6. Adanya ketidaktegasan Baznas Kota Yogyakarta dalam menerapkan aturan dan sanksi yang tertuang dalam Nota Perjanjian. 7. Tidak ada tindak lanjut dari hasil evaluasi yang dilaksanakan sehingga tidak ada pemantauan terhadap keberlanjutan usaha para mustahik. 8. Belum adanya indikator yang jelas untuk mengukur peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para mustahik.

The purpose of this study was to find out the process of managing the Productive Economic Empowerment Program conducted by Baznas Kota Yogyakarta in 2017 so that the program could succeed in increasing the economic empowerment of mustahik compared to the same program in the previous year. The research method used is qualitative using primary and secondary data sources. Data collection is done through observation, in-depth interviews and document studies. The data that has been collected, then analyzed with 3 flow of activities that occur simultaneously, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. To test the validity of the data, the technique used is Triangulation, which is checking the validity of the data by using something else outside the data for checking or comparison purposes so that the data is valid. The results of the study showed that Baznas Kota Yogyakarta has implemented the program comprehensively from the planning to evaluation stages. Nonetheless, it seems that there were still a number of things that need the attention from Baznas Kota Yogyakarta regarding the implementation of the program, encompassing: 1. In terms of budgeting, it has not taken into account the possibility of increasing the capital requirements of mustahik. 2. In determining the type of business has not considered the ownership of the location of the beneficiaries, the size of the business profits, and the ability of the beneficiaries to provide merchandise. 3. The form and type of capital assistance provided is still equated between mustahik with one another, even though each mustahik has different needs. 4. The amount of human resources is still insufficient even though there have been additional special personnel to be the companions of the mustahik. 5. Some of the training materials provided are not suitable if they have to be applied in small businesses and have just been initiated and there are no practical material. 6. There is an uncertainty in the Baznas of Yogyakarta City in implementing the rules and sanctions contained in the Agreement Note. 7. There is no follow-up of the results of the evaluation carried out so that there is no monitoring of the business continuity of the mustahik. 8. There is no clear indicator to measure the increase in income and welfare of mustahik.

Kata Kunci : Pemberdayaan ekonomi, zakat produktif, Baznas Kota Yogyakarta / Economic empowerment, productive zakat, Baznas Kota Yogyakarta

  1. S2-2019-418955-abstract.pdf  
  2. S2-2019-418955-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-418955-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-418955-title.pdf