Perbedaan Kadar Interferon Gamma Dalam Cairan Asites Pada Subtipe Histopatologi Serosa dan Non-serosa Kanker Ovarium Tipe Epitel di RSUP Dr. Sardjito
ANINDITA KURNIASARI, dr. Moh Nailul Fahmi, Sp.OG; dr. Nungki Anggorowati, Sp.PA, Ph.D; dr. Ardhanu Kusumanto, Sp.OG(K)
2019 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang: Penyebab kematian tertinggi dalam kategori keganasan ginekologis adalah kanker ovarium. Karsinoma ovarium dapat dibedakan menjadi subtipe serosa dan non-serosa, dimana subtipe serosa secara umum memiliki prognosis yang lebih baik. Asites adalah manifestasi yang umumnya terkait pada pasien dengan karsinoma ovarium dan mengandung sitokin seperti IFN-γ. IFN-γ awalnya dipercaya memiliki sifat anti-tumor, namun beberapa penelitian mengungkapkan sifat IFN-γ yang juga sebagai pro-tumor. Penelitian tentang kadar IFN-γ dalam asites belum banyak dilakukan, sehingga penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui kadar IFN-γ pada asites sebagai faktor prognostik karsinoma ovarium serta hubungannya dengan subtipe histopatologi serosa dan non-serosa. Tujuan Penelitian: Mengetahui adanya perbedaan rata-rata kadar interferon gamma (IFN-γ) dalam cairan asites pada subtipe histopatologi serosa dan non-serosa karsinoma ovarium. Metode Penelitian: Pengambilan sampel asites sebanyak 50 ml dilakukan di kamar operasi RSUP Dr. Sardjito dan penyimpanan sampel serta pengujian sitokin menggunakan Human IFN-γ ELISA Kit dilakukan di Laboratorium Biologi Molekuler FKKMK Universitas Gadjah Mada. Uji statistik dilakukan untuk mengetahui adanya perbedaan rata-rata kadar IFN-γ dalam cairan asites pada subtipe histopatologi, usia, IMT, stadium, derajat, dan status pembedahan pasien karsinoma ovarium. Hasil Penelitian: Pada kedua subtipe histopatologi, didapatkan subtipe non-serosa memiliki rata-rata kadar IFN-γ yang lebih tinggi, namun tidak terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara kedua subtipe tersebut (p=0,104). Selain pada subtipe non-serosa, rata-rata kadar IFN-γ yang lebih tinggi ditemukan pula pada pasien dengan IMT normal, usia >60 tahun, derajat tinggi, stadium lanjut, dan pembedahan suboptimal, namun tidak terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan (p>0,05). Simpulan: Tidak terdapat perbedaan rata-rata kadar IFN-γ dalam cairan asites pada subtipe histopatologi serosa dan non-serosa karsinoma ovarium.
Background: The highest cause of death in the category of gynecological malignancies is ovarian cancer. Ovarian carcinoma can be differentiated into serous and non-serous subtypes, where serous subtypes generally have a better prognosis. Ascites is a manifestation that is generally related to patient with ovarian carcinoma and it contains cytokine such as IFN-γ. IFN-γ was originally believed to have anti-tumor properties, however several researches revealed IFN-γ expression that is also pro-tumor. Research about IFN-γ level in ascites has not been widely carried out, so this research needs to be conducted to determine IFN-γ level in ascites as a prognostic factor of ovarian carcinoma and its relationship with serous and non-serous histopathological subtypes. Objective: To determine the average difference of interferon-gamma (IFN-γ) level in ascites in serous and non-serous histopathological subtype of ovarian carcinoma. Research Methods: 50 ml of ascites sample was taken in RSUP Dr Sardjito operating room, and sample storing as well as cytokine test using Human IFN-γ ELISA Kit were carried out in Molecular Biology Laboratories FKKMK Universitas Gadjah Mada. Statistical test was done to determine the average difference of IFN-γ level in ascites in histopathological subtype, age, BMI, stage, degree, and surgical status of ovarian carcinoma patients. Result: In both histopathological subtypes, non-serous subtypes had higher average of IFN-γ level, but there were no significant differences between the two subtypes (p=0.104). Higher average of IFN-γ level also found in patients with normal BMI, age >60 years, high-grade, advanced stage, and suboptimal surgery, but there were no significant differences (p> 0.05). Conclusion: There is no significant difference in the average of IFN-γ level in ascites on serous and non-serous histopathological subtypes of ovarian carcinoma.
Kata Kunci : interferon gamma (IFN-γ), karsinoma ovarium, asites, subtipe histopatologi