IDENTIFIKASI SIFAT FISIOLOGIS, PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMBU METE (Anacardium occidentale L.) BERBUAH SEMU MERAH DAN KUNING PADA UMUR BERBEDA DI KOTA BAUBAU
ALIYAMAN, Prof. Dr. Ir. Didik Indradewa, Dip. Agr.St
2019 | Tesis | MAGISTER AGRONOMIPermasalahan dalam budidaya tanaman jambu mete di kota Baubau adalah produksi yang masih tergolong rendah. Besarnya luas area tanaman jambu mete masih tidak sebanding dengan produksi yang dihasilkan, sehingga menyebabkan produktivitas rendah. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan cara mengidentifikasi karakter pertumbuhan dan hasilnya, sehingga dapat melakukan tindakan pengelolaan tanaman yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji karakter pertumbuhan dan hasil dua jenis jambu mete pada umur berbeda dan melihat tingkat korelasi sifat-sifat tersebut terhadap produktivitas tanaman jambu mete di kota Baubau. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan oversite, dimana tanaman jambu mete yang akan digunakan untuk penelitian ini bersumber dari kebun petani. Tanaman jambu mete yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua jenis tanaman jambu mete varietas lokal buton yaitu jambu mete berwarna kulit buah semu merah dan kuning, pada 4 (empat) umur berbeda yaitu umur 5 tahun, 17 tahun, 26 tahun dan 37 tahun. Penentuan umur tanaman dilakukan berdasarka hasil wawancara dari petani jambu mete di wilayah penelitian. Setiap umur tanaman diamati 5 pohon tanaman jambu mete, sehingga total tanaman yang menjadi sampel penelitian adalah 40 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jambu mete berwarna kulit buah merah memiliki serapan nitrogen daun dan kerapatan stomata lebih rendah, namun biomasa tanaman dan bobot mete per biji lebih tinggi dibandingkan dengan jambu mete berwarna kulit buah kuning. Tanaman jambu mete hingga umur 37 tahun masih menunjukkan peningkatan produktivitas karena didukung oleh peningkatan sifat fisiologis dan pertumbuhan. Sifat fisiologis dan pertumbuhan yang berkorelasi positif dan berpengaruh secara langsung terhadap peningkatan produktivitas tanaman jambu mete di Kota Baubau adalah klorofil, Jumlah cabang tersier, biomassa tanaman dan jumlah bunga.
The problem in the cashew plantation in Baubau city, Southeast Sulawesi is that production is still relatively low. A large area of cashew cultivation is still not compensated with the productivity, which then it causes low production. An effort to overcome that problem is to identify the growth and yield characters of cashew to apply the good agricultural practices for cashew plantation. The objective of this research was to (1) know the growth and yield of two cashew varieties at different tree ages; and (2) to know the relationship between the character and the productivity of cashew trees in Baubau City. This research was arranged by oversite design with 5 replications. The cashew plantation was owned by local farmers in Baubau city. The cashew varieties were Buton local varieties 1 (with the red pseudo-fruit) and Buton local varieties 2 (with the yellow pseudo-fruit), at different tree ages, namely at 5 years old, 17 years old, 26 years old, and 37 years old. Determination of tree age was conducted according to an interview with the farmers. Each age of cashew plant was observed of 5 plant, sothat the total of plant sample were 40 plant. The result showed that The cashew with red pseudo-fruit had nitrogen uptake and stomatal density lower than the cashew with yellow pseudo-fruit, however plant biomass and cashew nut weight per kernel were highest. At 37 years old, cashew trees still demonstrated the increasing of the productivity due to the increasing of growth and yield component. The productivity was affected by chlorophyll content, the number of brunch, biomass and the number of flower.
Kata Kunci : Jambu Mete, Pertumbuhan, Produktivitas, Umur