Laporkan Masalah

ASPEK KETENAGAKERJAAN PADA USAHA PERMEBELAN KAYU JATI DI PEDESAAN (Studi Kasus di Desa Serenan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten)

UMI NURHAYATI, Ir. Djuwadi, MS

2002 | Skripsi | S1 MANAJEMEN HUTAN

Tekanan terhadap lahan pertanian telah menyebabkan tenaga kerja di pedesaan tidak mampu terserap pada sektor ini. Kebijaksanaan tentang pengembangan industri kecil dan industri rumah tangga merupakan langkah yang tepat bagi pembukaan kesempatan kerja di pedesaan. Tenaga kerja di pedesaan dengan kondisi tingkat pendidikan dan keterampilan yang rendah akan sangat mempengaruhi tingkat kesejahteraan yang mereka terima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi dan kualifikasi tenaga kerja pada usaha permebelan di Desa Serenan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Selanjutnya perlu diketahui pula cara pengupahan dan struktur pendapatan serta besarnya penyerapan tenaga kerja pada usaha permebelan tersebut. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang pengembangan usaha permebelan di pedesaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sedangkan teknik yang digunakan adalah studi kasus. Tujuan pertama dan kedua dari penelitian ini dianalisis dengan data-data yang berhubungan dengan aspek ketenagakerjaan. Sedangkan tujuan ketiga dianalisis dengan data prestasi kerja tenaga kerja dalam satu Hari Orang Kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kerja yang bekerja pada usaha permebelan kayu jati di Desa Serenan pada umumnya berasal dari keluarga dengan kondisi sosial ekonomi yang rendah, dan didominasi oleh lulusan Sekolah Dasar yaitu sebanyak 53,3%. Tenaga kerja yang ada dapat dikualifikasikan menjadi dua golongan, yaitu buruh dan tenaga kerja terampil. Cara pengupahan tenaga yang dilakukan pada usaha permebelan ini adalah upah harian dan upah borongan. Besarnya upah seorang tenaga kerja harian adalah Rp 10.000,00 hingga Rp 20.000,00 per hari. Besarnya upah seorang tenaga kerja borongan berkisar dari Rp 21.000,00 hingga Rp 28.000,00 per unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja yang terserap pada pembuatan mebel setengah jadi sebanyak 2176 orang dan jumlah yang terserap pada kegiatan finishing sebanyak 1305 orang, sehingga dapat diketahui bahwa terdapat 3481 orang terlibat aktif dalam kegiatan permebelan di Desa Serenan. Kegiatan permebelan yang dilakukan sepanjang musim menunjukkan bahwa usaha ini memberikan keuntungan yang berarti sehingga berperan dalam perkembangan perekonomian daerah setempat.

Kata Kunci : ketenagakerjaan, tenaga kerja, permebelan, pedesaan

  1. S1-FKT-2002-114190-abstract.pdf  
  2. S1-FKT-2002-114190-bibliography.pdf  
  3. S1-FKT-2002-114190-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKT-2002-114190-title.pdf