PERAN HUTAN RAKYAT SENGON LAUT TERHADAP PENDAPATAN PETANI (STUDI DI DUSUN NGANGGRING, DESA GIRIKERTO, KECAMATAN TURI, KABUPATEN SLEMAN, PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)
JOKO SAPUTRA, Ir. Djuwadi, M.S.
2002 | Skripsi | S1 MANAJEMEN HUTANPembangunan hutan rakyat dewasa ini diprioritaskan pada lahan-lahan kosong dan kritis milik rakyat. Tujuan dari pembangunan hutan rakyat selain untuk memanfaatkan lahan secara maksimal lahan yang tidak produktif adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan kayu, baik kayu bakar ataupun kayu perkakas serta untuk meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya potensi hutan rakyat sengon laut di wilayah penelitian dan mengetahui seberapa jauh peran hasil pengelolaan hutan rakyat sengon laut terhadap pendapatan petani di wilayah penelitian. Penelitian dilaksanakan di Dusun Nganggring, Desa Girikerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman antara bulan September sampai Oktober 2001. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus dengan pembatasan wilayah penelitian. Pengambilan sampel menggunakan metode stage sampling. Data-data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume actual standing stock hutan rakyat sengon laut di Dusun Nganggring adalah sebesar 3592,16 nr . Luas hutan rakyat 25 ha, actual standing stock rata-rata sebesar 143,6867 m3/ha dengan batasan keliling 30 cm keatas dengan simpangan baku sebesar 14,4301 m3 dan kecermatan sebesar 10,04%. Produksi kayu bakar (1999-2001) sebesar 359,216 m3, sedangkan kayu perkakas pada tahun yang sama sebesar 1436,864 m3. Hasil pengusahaan hutan rakyat sengon laut memberikan kontribusi sebesar 11,55% dari total pendapatan seluruh masyarakat Dusun Nganggring tahun 2001. Sedangkan untuk petani yang berada di dusun Nganggring, hasil pengusahaan hutan rakyat sengon laut memberikan kontribusi sebesar 33,12% dari total pendapatannya.
Kata Kunci : potensi, hutan rakyat, sengon laut, pendapatan, petani