PERANAN PERSUTERAAN ALAM REGALOH TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT SEKITAR HUTAN (Studi kasus PSA Regaloh, KPH Pati, Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah)
NITA ANDRIANI, Ir. Djuwadi, MS., Prof. Dr. Ir. A. Sulthoni, MSc.
2002 | Skripsi | S1 MANAJEMEN HUTANMeningkatnya kepadatan penduduk juga diikuti oleh semakin berkurangnya lahan pertanian. Hal ini mengakibatkan semakin menurunnya pendapatan dari sektor pertanian. Dengan tingkat pendidikan dan ketrampilan yang rendah, peluang dan lapangan kerja yang tersedia bagi masyarakat sekitar hutan menjadi semakin langka. PT. Perhutani dengan PSA Regalohnya merupakan salah satu alternatif yang diharapkan dapat sedikit membantu mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui elemen kegiatan dari PSA Regaloh yang mampu memberikan penghasilan bagi responden serta untuk mengetahui seberapa besar kontribusi yang diberikan PSA Regaloh terhadap pendapatan responden. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik studi kasus. Sampel distratifikasi berdasarkan jenis pekerjaan yang dilakukan di PSA Regaloh dan dari tiap jenis pekerjaan sampel dipilih menggunakan metode random sampling sederhana dengan Intensitas Sampling sebesar 10%. Untuk tujuan pertama analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan data basil pengamatan berdasarkan hasil di lapangan maupun studi pustaka, sedangkan untuk tujuan kedua analisis data dilakukan dengan menghitung persentase pendapatan yang diperoleh dari PSA Regaloh terhadap total pendapatan responden. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan dari PSA Regaloh yang mampu memberikan pendapatan adalah sektor morikultur, serikultur dan filatur. Dari sektor morikultur diperoleh dari pemeliharaan rutin kebun murbei dan tumpang sari. Sektor morikultur merupakan sektor yang sangat menentukan dalam usaha persuteraan alam, karena berhasil tidaknya usaha untuk menghasilkan daun murbei yang berkualitas dan dalam jumlah besar akan mempengaruhi proses berikutnya, yaitu sektor serikultur. Pemeliharaan ulat sutera untuk menghasilkan kokon yang berkualitas dengan tingkat kematian ulat yang rendah selain dipengaruhi oleh daun murbei, juga kondisi lingkungan dan petani pemelihara ulat. Di sektor filatur untuk memperoleh benang sutera yang berkualitas dengan rendemen pintal yang tinggi dipengaruhi oleh kualitas kokon dan SDM nya sebagai tenaga pemintal yang memerlukan ketrampilan yang lebih. Selanjutnya kontribusi yang diberikan PSA Regaloh untuk kelompok I sebesar Rp 1.583.333/th/KK (23,72%), kelompok II sebesar Rp 666.666/th/KK (12,22%), kelompok III sebesar Rp 439.500/th/KK (7,8%), kelompok IV sebesar Rp 1.154.160/th/KK (19,6%) dan kelompok V sebesar Rp 1.374.240/th/KK (25,06%).
Kata Kunci : persuteraan alam, pendapatan, masyarakat sekitar hutan