UJl KECERMATAN TAKSIRAN LUAS BIDANG DASAR ANTARA METODA POINT SAMPLING DENGAN METODA PLOT SAMPLING PADA KEGIATAN INVENTORE HUTAN
BUDI ASMORO, Ir. Djoko Suhamo Radite, M.S.
2002 | Skripsi | S1 MANAJEMEN HUTANKegiatan inventore hutan yaitu usaha mengetahui jumlah kekayaan/potensi hutan, khususnya kayu. Metoda pelaksanaannya yang lazim dilakukan di Indonesia sejak 1974 yaitu metoda plot sampling. Namun metoda ini memerlukan waktu cukup lama, biaya tinggi, dan masalah pohon batas. Ada metoda lain yaitu metoda point sampling, yang lebih mudah, waktu lebih singkat, dan tenaga kerja lebih sedikit. Penggunaannya masih sangat terbatas karena pertama, kurang dikenal oleh para rimbawan, kedua, membutuhkan alat khusus dan ketiga membutuhkan pelaksana inventore yang memahami konsep dasar dengan baik dan berpengalaman di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kecermatan taksiran luas bidang dasar dan waktu antara metoda plot sampling dengan metoda point sampling, serta membandingkan nilai Basal Area Factor (BAF) yang efektif dan efisien pada tegakan kelas umur tertentu. Teknik pengambilan sampel menggunakan systematic sampling with random start terhadap 6 (enam) petak pada tiga kelas umur (muda, sedang, tua) dengan variasi kerapatan tegakan (rapat dan kurang rapat) di hutan jati BKPH Getas, KPH Ngawi. Data primer yang diambil adalah luas bidang dasar (lbds) pohon. Data sekunder meliputi data petak dan data wilayah. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif dan kecermatan hasil antara dua metoda yang dibandingkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metoda plot sampling memberikan hasil taksiran kecermatan lbds yang lebih baik daripada metoda point sampling, kecuali pada kelas umur muda kurang-rapat. Pada metoda point sampling, lbds umur muda dengan BAF 1, lbds umur sedang kurang rapat dengan BAF 4, lbds umur sedang rapat dan umur tua dengan BAF 9, lebih mendekati lbds metoda plot sampling. Dari analisis variasi jarak antar sampel diperoleh taksiran kecermatan lebih baik pada jarak sampel paling pendek (100*100m untuk metoda plot sampling, dan 100*50 m untuk metoda point sampling). Ini menandakan populasi hutan penyusun tegakan cenderung heterogen. Waktu inventore metode plot sampling lebih lama 6 (enam) kali daripada metoda point sampling.
Kata Kunci : Kecermatan, inventore hutan, point sampling