ANALISIS POTENSI TAMAN WISATA ALAM SUKAWAYANA UNTUK PENGEMBANGAN ATRAKSI EKOWISATA HUTAN PANTAI DI DAERAH PELABUHANRATU
DWI RESTYANTORO, Dr.Ir. H. Chafid Fandeli MS., Ir. Retno Nur Utami
2002 | Skripsi | S1 KONSERVASI SUMBER DAYA HUTANTaman Wisata Alam (TWA) Sukawayana merupakan hutan pantai tropis yang memiliki kekayaan flora dan fauna yang perlu dipertahankan kelestariannya. Konsep ekowisata yang ditawarkan dalam penelitian ini nantinya diharapkan dapat berdampak pada terpeliharanya sumber daya alam dan ekosistemnya, adat istiadat, dan budaya masyarakat setempat secara berkelanjutan. Penelitian mengenai pengembangan ekowisata di TWA Sukawayana ini bertujuan : (1) Mengetahui potensi alam dan budaya yang mendukung pengembangan ekowisata. (2) Mengetahui persepsi pengunjung dan masyarakat, dan (3) Mengetahui jenis-jenis atraksi ekowisata yang dapat dikembangkan di TWA Sukawayana. Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan kepada pengelola kawasan untuk pengembangan di masa yang akan datang, sekaligus memberikan informasi potensi kawasan kepada pengunjung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain : Indeks Diversitas Simpson, metoda inventarisasi atraksi alam dan buatan menurut Pott (1998), Accidental Sampling, metoda skala sikap untuk mengetahui ketertarikan pengunjung terhadap suatu obyek, serta kriteria penilaian lansekap menurut Bureau of Land Management (1986). Untuk menentukan jumlah responden masyarakat, digunakan metode Sevilla (1993). Hasil pengamatan di lapangan kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa di TWA Sukawayana dan sekitarnya terdapat potensi alam berupa 42 jenis fauna darat dan perairan, potensi lansekap yang termasuk dalam kriteria sedang sarnpai tinggi (skor 18-19 menurut kriteria Bureau of Land Management ), 27 jenis pohon dengan nilai indeks diversitas berdasarkan Indeks Simpson sebesar 0,9. Potensi budaya yang dapat mendukung kegiatan ekowisata di kawasan ini berupa seni pertunjukan (jipeng, debus, ketuk tilu dan upacara adat 'hari nelayan') dan seni kerajinan tradisional berupa anyaman bambu dan pandan. Dari 86 responden masyarakat setempat, 96% -nya mendukung upaya pengembangan ekowisata di TWA Sukawayana. Dukungan masyarakat ini merupakan modal yang cukup berarti bagi pengembangan kawasan ini di masa yang akan datang. Berdasarkan potensi sumberdaya alam dan budaya, serta tanggapan masyarakat dan pengunjung, maka bentuk ekowisata yang dapat dikembangkan antara lain: wisata menanam pohon, wisata pengamatan flora fauna dan wisata pengamatan geomorfologi kawasan yang didukung dengan wisata budaya. Pemberdayaan dan peran serta masyarakat setempat dapat diakomodasi melalui kegiatan penyiapan sarana dan prasarana wisata, sebagai local guide, dan sebagai fotografer, sehingga masyarakat setempat dapat terlibat aktif dalam aktivitas ekowisata.
Kata Kunci : pengembangan, atraksi, ekowisata, potensi, alam, budaya, lansekap, persepsi