STUDI INTERPRETASI ALAM UNTUK PENDIDIKAN KONSERVASI DI OBYEK WISATA ALAM PARANGTRITIS
PURNOMO SUMARDAMTO, Ir. Lies Rahayu WF, MP., Ir. Retno Nur Utami
2002 | Skripsi | S1 KONSERVASI SUMBER DAYA HUTANObyek wisata Parangtritis merupakan obyek wisata andalan Kabupaten BantuI Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai obyek wisata andalan, pengelolaan kawasan Parangtritis masih jauh dari harapan, salah satu indikasi adalah belum adanya Rencana Detail Tata Ruang Kawasan (RDTRK). Hal yang terkait dengan lingkungan obyek wisata pun belum tergarap dengan baik, terlihat adanya masalah kebersihan kawasan, sanitasi lingkungan dan tindakan vandalisme terhadap obyek wisata. Permasalahan lingkungan yang terjadi disebabkan oleh kurangnya pengertian dan kesadaran pengunjung memperhatikan masalah lingkungan. Salah satu cara menanamkan pengertian dan membangkitkan kesadaran pengunjung adalah dengan mengkomunikasikan obyek wisata dan lingkungannya melalui program pendidikan konservasi lingkungan dengan sarana media dan fasilitas serta jalur interpretasi alam. Kelompok pengunjung terbesar adalah remaja, sehingga sasaran dalam penelitian ini adalah kelompok remaja.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap pengunjung remaja terhadap lingkungan obyek wisata Parangtritis dan menyusun jalur serta media dan fasilitas interpretasi sebagai sarana pendidikan konservasi bagi remaja. Sikap pengunjung diketahui melalui teknik wawancara menggunakan kuisioner yang telah diuji keandalan dan kesahihannya. Uji keandalan menggunakan formula product moment pearson, sedang uji kesahihan menggunakan formula alpha. Pengamatan obyek wisata dan lingkungannya menggunakan teknik eksplorasi untuk mengetahui kondisi obyek dan fasilitas yang tersedia. Jalur interpretasi dibuat berdasarkan pada aksesbilitas, point of interest serta sasaran pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan kelompok remaja awal (12-15 th) yang memiliki sikap positif sebanyak 42,86% sedangkan 57,14% bersikap netral. Kelompok remaja pertengahan (16-18 th) yang memiliki sikap positif sebanyak 46,15% dan 53,85% bersikap netral. Sedangkan kelompok remaja akhir (19-21 th), 57,5% bersikap positif dan 42,5% bersikap netral. Media interpretasi yang dapat dibuat dan dikembangkan di obyek wisata Parangtritis adalah pusat informasi pengunjung, papan informasi/interpretasi dan leaflet. Media tersebut berisikan materi tentang obyek wisata dan lingkungan yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada pengunjung remaja. Jalur interpretasi dapat dikembangkan menjadi tiga alternatif. Alternatif pertama adalah Pantai Parangtritis - Pantai Parangendog- Pemandian Parangwedang - Petilasan Parangkusumo - Gumuk Pasir - TPI Pantai Depok. Alternatif kedua adalah jalur Pantai Parangtritis - Pemandian Parangwedang - TPI Pantai Depok. Alternatif ketiga adalah jalur gumuk ‘pasir - Monumen Jendral Sudirman- Pusat informasi - Pantai Parangtritis.
Kata Kunci : interpretasi alam, remaja, Parangtritis