Pola Pengambilan Keputusan Peternak Sapi Potong dalam Pemilihan Breed Pejantan untuk Inseminasi Buatan
RESTIYANA AGUSTINE, Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM.; Ir. Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., MP., M.Sc., Ph.D., IPM.
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pola pengambilan keputusan oleh peternak dalam memilih breed sapi pejantan pada saat inseminasi buatan (IB). Terdapat beberapa breed sapi pejantan yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain Simmental, Limousin, Peranakan Ongole (PO), dan Brahman. Penelitian ini melibatkan 400 peternak sebagai responden yang dipilih secara multistage random sampling di 8 kabupaten di Jawa Tengah (Grobogan, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Klaten, Rembang, Blora, dan Wonogiri) dan 2 kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (Gunungkidul dan Bantul). Kesimpulan dari penelitian ini adalah breed Simmental dan Limousin menjadi breed pejantan yang paling banyak dipilih oleh peternak (42% dan 30,75%). Jumlah tanggungan keluarga, biaya IB, luas lahan yang dimiliki, breed indukan, faktor geografis, dan pengetahuan peternak tentang inseminator merupakan faktor yang berpengaruh terhadap pengambilan keputusan peternak dalam memilih breed sapi pejantan untuk IB.
This research aims to analyze the farmer's decision making to select bull breeds for artificial insemination (AI). There are several bull semen options that were oftenly used for AI, such as Simmental, Limousin, Ongole Grade (Peranakan Ongole/PO), Brahman, and others. This study involved 400 farmers as respondents selected by multistage random sampling in 8 regions at Central Java Province (Grobogan, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Klaten, Rembang, Blora, and Wonogiri) and 2 regions at Yogyakarta Province (Gunungkidul and Bantul). The conclusion of this research shows that respondents are more interested on having their cows inseminated with bull semen from Simmental and Limousin (42% and 30.75%, respectively). Total number of people in the household, artificial insemination's cost, land ownership, cow breed which lastly being inseminated, geographical factors, and inseminator are factors that determine farmer's decision making to select bull breeds for AI.
Kata Kunci : Inseminasi buatan, Pengambilan keputusan, Peternak rakyat, Sapi potong/ Artificial insemination, Beef cattle, Decision making, Smallholder farmers