ANALISIS PERMOHONAN PENDAFTARAN MEREK SECARA INTERNASIONAL BAGI UMKM SETELAH DITERBITKAN PERATURAN PRESIDEN NO. 92 TAHUN 2017 TENTANG RATIFIKASI PROTOKOL MADRID
YOHANES ADI PUTRA M, Irna Nurhayati,S.H.,M.Hum,LL.M.Ph.D.
2019 | Tesis | MAGISTER HUKUM BISNIS DAN KENEGARAANPenelitian ini bertujuan menganalisis hambatan permohonan pendaftaran merek secara internasional bagi UMKM setelah diterbitkan Peraturan Presiden No. 92 Tahun 2017 tentang Ratifikasi Protokol Madrid. Tujuan lain dari penelitian ini adalah mengetahui upaya pemerintah dalam menghadapi hambatan permohonan pendaftaran merek secara internasional bagi UMKM setelah diterbitkan Peraturan Presiden No. 92 Tahun 2017 tentang Ratifikasi Protokol Madrid. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan alat pedoman wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh melalui metode dokumentasi dengan alat studi dokumentasi dan analisis data yang dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian ini adalah : Pertama, masih terjadi hambatan permohonan pendaftaran merek secara internasional bagi UMKM setelah diterbitkan Peraturan Presiden No. 92 Tahun 2017 tentang Ratifikasi Protokol Madrid karena minat dan wawasan UMKM yang kurang terhadap permohonan pendaftaran merek secara internasional, peraturan yang masih umum, kesulitan bahasa yang digunakan serta biaya permohonan pendaftaran merek secara internasional yang tergolong mahal. Kedua, upaya yang dilakukan pemerintah menghadapi hambatan bagi UMKM yaitu dengan membuat aturan pengurangan biaya permohonan pendaftaran merek dasar, adanya tim khusus Protokol Madrid serta meningkatkan sosialisasi mengenai merek dan permohonan pendaftaran merek secara internasional menggunakan Protokol Madrid.
This research aims to analyze the barriers to the application of international trademark registration for MSME after the issuance of Presidential Regulation No. 92 of 2017 concerning Ratification of Madrid Protocols. Another purpose of this research is to find out the government's efforts in facing obstacles to international brand registration applications for MSMEs. This research is a normative legal research using primary data and secondary data. Primary data was collected through interviews with the guidelines of the interview, while secondary data obtained through the method of documentation with a study of the documentation and data analysis done qualitatively. The results of this study are: First, there are obstacles to the application of international trademark registration for MSMEs after the issuance of Presidential Regulation No. 92 of 2017 concerning the Ratification of the Madrid Protocol because of the lack of interest and insight of MSMEs on international trademark registration applications, general regulations, language difficulties, and the cost of expensive brand registration applications. Second, the efforts made by the government to face obstacles for MSMEs are by making rules for reducing the cost of applying for basic brand registration, the existence of a special team of the Madrid Protocol and increasing socialization of brands and applications for trademark registration using the Madrid Protocol.
Kata Kunci : Pendaftaran merek, merek internasioanl, Protokol Madrid, UMKM, Trademark registration, international trademark, Madrid Protocol, MSMEs