BEBERAPA FAKTOR SOSIAL EKONOMI PETAN1 YANG BERPERAN TERHADAP PEMILIHAN POLA TANAM AGROFORESTRY ( STUDI KASUS DS. PUTAT, KEC. PATUK, KAB. GUNUNG KIDUL )
NUR ENDAH FITRIYA WATI, Djoko Suharno Radite, Heru Iswantoro
1993 | Skripsi | S1 KEHUTANANAgroforestry merupakan suatu sistem pengelolaan lahan dengan berasaskan kelestarian, yang meningkatkan hasil lahan secara keseluruhan, mengkombinasikan produksi tanaman pertanian dan tanaman hutan dan atau hewan secara bersamaan atau berurutan pada unit lahan yang sama, dan menerapkan cara-cara pengelolaan yang sesuai dengan kebudayaan penduduk setempat (Anonim, 1992) . Pola tanam ini digunakan sebagai usaha pemenuhan kebutuhan bahan pangan pokok dan konservasi lahan. Tujuan penelitian ini adalah identifikasi faktor sosial ekonomi dan jenis tanaman yang berperan dalam pemilihan pola tanam agroforestry, serta alternatif pen gembangannya. Penggambaran faktor sosial ekonomi dengan menghubungkan antara pemilikan lahan garapan, jumlah ternak, serta jenis tanaman yang ada dengan pola tanam agroforestry yang digunakan, selajutnya dengan analisis komparatif dilakukan perbandingan antara faktor-faktor sosial ekonomi terhadap pola tanam yang digunakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa petani di desa penelitian cenderung menggunakan pola Agrosilvopasture, dengan komponen penyusun tanaman sepanjang batas atau “Trees Along Border". Pemilihan pola tanam ini berdasarkan penglaman bahwa pola Agrosilvopasture dan Tanaman Sepan jang Batas mampu memberikan hasil yang optimum.
Kata Kunci : Agroforestry, pola tanam, faktor sosial ekonomi