Laporkan Masalah

KAJIAN BLAYA DAN PENDAPATAN PENGUSAHAAN HUTAN MAHONI (Studi Kasus di BH Lereng Yang Selatan KPH Jember)

KRISTIONO, Siswantoyo Dipodiningrat

2002 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Untuk bisa meningkatkan jumlah keuntungan yang bisa diperoleh KPH Jember dari pengusahaan hutan mahoni, maka perlu pengelolaan seluruh kegiatan produksi secara efisien dengan biaya produksi sekecil-kecilnya. Sebelum menentukan berapa besar keuntungan yang akan ditetapkan dari kegiatan pengusahaan hutan mahoni ini maka terlebih dahulu harus dilakukan penetapan harga pokok terhadap produk yang akan dijual berdasarkan biaya-biaya yang telah dikeluarkan untuk menghasilkan produk tersebut. Pada pengusahaan hutan mahoni tentu saja akan muncul bermacam macam biaya yang harus dikeluarkan selama umur pengusahaan. Biaya-biaya yang timbul pada pengusahaan hutan mahoni terdiri dari biaya bersama (joint cost) dan biaya parsial. Distribusi biaya bersama (joint cost) untuk masing-masing sortimen kayu bulat mahoni dihitung dengan menggunakan metode nilai jual relatif. Pada pengusahaan hutan mahoni juga akan diperoleh pendapatan dari hasil penjualan kayu bulat mahoni dari hasil tebangan akhir. Dengan mengurangi pendapatan dengan biaya total yang telah dikeluarkan selama proses produksi maka akan diketahui berapa besar keuntungan yang bisa didapatkan dari pengusahaan hutan mahoni ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harga pokok kayu bulat mahoni untuk sortimen AI adalah Rp 114,318.13/m3, sortimen All adalah Rp 159,506.27/m3, sortimen AIII adalah Rp 330,207.18/m3, dan kayu bakar adalah Rp 26,967.19/sm. Keuntungan nominal yang bisa diperoleh KPH Jember dari pengusahaan hutan mahoni dengan daur 40 tahun adalah sebesar Rp 25,415,531.07/Ha.

Kata Kunci : distribusi biaya bersama (joint cost), biaya parsial, harga pokok

  1. S1-FKT-2002-113986-abstract.pdf  
  2. S1-FKT-2002-113986-bibliography.pdf  
  3. S1-FKT-2002-113986-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKT-2002-113986-title.pdf