Laporkan Masalah

EVALUASI METODE INVENTORE HUTAN ANTARA PLOT SAMPLING DAN POINT SAMPLING

HERY KURNIAWAN, Djoko Suharno Radite

2002 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Inventore hutan yang berkembang di Indonesia saat ini masihlah konvensional dan relatif statis perkembangannya. Padahal terdapat beberapa metode yang dapat digunakan daiam inventore, salah satunya adalah metode point sampling yang dikenaikan oleh Bitterlich pada tahim 1932. Namun, penggunaannya masih terbatas karena dasar-dasar teknik ini kurang diketahui secara luas oleh para Rimbawan (Simon, 1993). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efisiensi antara metode inventore hutan plot sampling dengan point sampling dilihat dari segi kecermatan yang dihasilkan dan waktu yang diperlukan, mengetahui BAF yang paling cermat dari ketiga BAF yang digunakan daiam penelitian ini (BAF 1, 4 dan 9), serta membandingkan hasil lbds yang dihasilkan oleh inventore point sampling dengan metode plot sampling Teknik sampling yang digunakan daiam penelitian ini adalah Uniform Systematic Distribution Sampling with Random Start, dengan mengambil 6 anak petak secara random di hutan jati BKPH Ngandong, KPF1 Ngawi PT. Perhutani Unit II Jawa Timur. Setiap Kelas Umur (muda, sedang,tua) diwakili oleh dua anak petak yang terdiri dari tegakan rapat dan jarang. Data primer yang diambil adalah luas bidang dasar pohon. Data sekunder yang diambil adalah data wilayah dan luasnya, serta letak geografis KPH Ngawi. Setelah kecermatan terpilih kemudian hasil lbds point sampling dibandingkan dengan lbds plot sampling, yang terakhir adalah membandingkan waktu yang diperlukan berdasarkan waktu rerata yang diperlukan untuk menyelesaikan risalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecermatan yang dihasilkan oleh metode inventore hutan point sampling (50mxl00m dan 100mx100m) tidak berbeda jauh dengan metode plot sampling (100mx100m), bahkan pada BAF 1 mampu menghasilkan kecermatan yang lebih tinggi (lebih cermat). Pada BAF 1 dan 4 metode point sampling (50mxl00m) dan (100mx100m) juga mampu menghasilkan kecermatan yang lebih tinggi dari metode plot sampling jarak pu 200mx200m. Metode plot sampling ukuran 100mx100m membutuhkan waktu yang paling lama, sedangkan metode plot sampling 200mx200m membutuhkan waktu yang paling singkat. Metode point sampling 50mxl00m dan 100mx100m membutuhkan waktu yang tidak berbeda jauh dengan metode plot sampling 200mx200m, namun mampu menghasilkan kecermatan yang lebih tinggi. Terdapat kecenderungan taksiran lbds BAF 1 dekat dengan taksiran lbds metode plot sampling KU muda dan KU tua jarang. BAF 4 dekat dengan metode plot sampling KU sedang jarang dan BAF 9 dekat dengan KU sedang dan tua yang rapat.

Kata Kunci : evaluasi. inventore, sampling.

  1. S1-FKT-2002-111411-abstract.pdf  
  2. S1-FKT-2002-111411-bibliography.pdf  
  3. S1-FKT-2002-111411-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKT-2002-111411-title.pdf