STUDI POTENSI BIOGEOFISIK HUTAN WISATA DI RESORT POLISI HUTAN KOKAP BAGIAN DAERAH HUTAN KULONPROGO PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
MURTI HARININGSIH, Chafid Fandeli, Sunarto
1994 | Skripsi | S1 KEHUTANANHutan Wisata dapat berbentuk hutan alam maupun hutan buatan. Faktor yang paling penting adalah daya tariknya bagi pengunjung baik karena panoramanya, kesejukan udara atau keindahan yang lain, keanekaragaman sarana untuk berbagai kebutuhan olahraga seperti pendakian, berkemah,joging, lintas alam, bermain, memancing, dan lain-lain. Agar di dalam merencanakan pembangunan dan pengelolaan hutan wisata dapat lebih cermat, maka informasi data segala potensi biogeofisik hutan wisata yang dibuat harus dapat dicatat dengan baik, sehingga hasilnya dapat didokumentasikan menjadi dasar penyusunan kegiatan wisata. Potensi flora merupakan unsur biofis dan merupakan bagian dari ekosistem alam yang cukup penting sebagai faktor pendukung dalam perigembangan hutan wisata. Hutan Wisata Kokap memiliki potensi flora yang cukup baik, dengan adanya berbagai vegetasi hutan tanaman . Keberadaan flora di dalam calon hutan wisata juga tidak dapat dilepaskan dari keberadaan satwanya, karena antara keduanya seeara alami terjadi interaksi yang sangat erat (Soekotjo, 1978) , Khusus satwa burung, dari hasil analisis yang dilakukan dapat ditunjukkan bahwa keanekaragaman jenis burung yang teramati adalah 23 jenis, sedang jenis burung yang tidak teramati ada 8 jenis. Jadi . jurolah keseluruhan. jenis burung yang ada di lokasi calon hutan wisata ada 29 jenis. Jumlah tersebut sudah cukup beragam , sehingga satwa burung paling, mungkin untuk dikembangkan di calon hutan wisata. Dari hasil analisis penilaian unsur-unsur lanskapnya dapat ditunjukkan skor pada masirig-masing petak serta kesesuaiannya untuk suatu jenis kegiatan wisata alam. Petak-petak hutan di sekitar Waduk Sermo yang sesuai untuk kegiatan wisata adalah petak 21 dengan skor 37 sesuai untuk jenis kegiatan bermain anak-anak dan jalan jalan sambil menikmati pemandangan alam, petak 25 dengan skor 52 sesuai untuk jenis kegiatan bersantai dan memancing, petak 28 dengan skor 59 dan 48 sesuai untuk jenis kegiatan berkemah dan menikmati pemandangan alam di sekitarnya dari tempat yang tinggi, serta petak 27 dengan skor 54 dan 58 sesuai untuk jenis kegiatan berkemah, bersantai dan menikmati pemandangan alam dari tempat yang tinggi. Sedangkan untuk petak 22 dengan skor 15, petak 23 dengan skor 28 dan petak 24 dengan skor 20 sebaiknya dijadikan zona rimba.
Kata Kunci : Potensi biogeofisik, hutan wisata, flora, fauna