CAPITALISM AND RELIGIOUS BEHAVIOR: ETHICAL RESPONSES FROM TRADITIONALIST ISLAM TOWARD THE GOLD MINE PROJECT IN BANYUWANGI
ANANG GUNAIFI ALFIAN, Dr. Gregory Vanderbilt, Ph.D
2019 | Tesis | MAGISTER AGAMA DAN LINTAS BUDAYADalam diskursus globalisasi, agensi agama memainkan peranan penting terlihat mulai dari sikap mendukung hingga menolak globalisasi. Bagaimanapun, pemahaman tentang globalisasi harus melibatkan pertautannya dengan lokalitas. Dalam studi agama, respon agama bisa menjadi titik mula untuk melihat bagaimana isu-isu global berdampak pada praktek beragama. Memilih kasus Tambang Emas di Tumpang Pitu di sekitar Banyuwangi, sebagai tempat konflik dan perjumpaan antara kapitalisme dan perilaku agama menjadi signifikan untuk menggambarkan dinamika di dalam agensi agama. Di sini, kapitalisme didiskusikan, dengan maknanya yang populer terutama dalam kalangan penolak tambang, dengan perilaku agama sebagai ekspresi, logika, dan sikap. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membahas dampak proyek Tambang Emas Tumpang Pitu terhadap perilaku agama. Untuk menekankan studi tentang isu global dan lokalitas agama, penelitian ini menggunakan etnografi koneksi global yang yang di ajukan oleh Anna L. Tsing (2005) ditambah dengan signifikansi kehadiran agama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik di dalam insititusi yang berafiliasi terhadap agama tradisional sebagaimana diketahui dalam perbedaan posisi mereka terhadap tambang, konflik terjadi dari tingkat akar rumput sampai tingkat atas, menggambarkan perjuangan etis dan efektif di dalam Islam indonesia terhadap kapitalisme global.
Abstract In the discourse of globalization, religious agency plays an important role ranging from supporter to the opposition of the globalization. However, the understanding of globalization should involve its encounter with localities. In religious studies, religious responses can be an entry point to see how global issues impact the practice of religion. Selecting the case of the conflict over gold mine at Tumpang Pitu near Banyuwangi, East Java, as a place of conflict and encounter between capitalism and religious behavior is significant in portraying the dynamics within religious agency. Here, capitalism is discussed as the popular term among the rejecters of the mining, together with religious behavior as expression, logic, attitudes of religion. Therefore, this research is aimed to investigate the effects of gold mining project Tumpang Pitu toward religious behavior. To emphasize the study on the working of global issues and religious locality, the research employed ethnography of global connection proposed by Anna L Tsing (2005) added with religious account. The result shows that the conflict within traditionalist religious affiliation as seen in the debate over its position on the mine, a conflict extending from the grassroots to the highest level, reflects the struggle within Indonesian Islam over effective and ethical relations with global capitalism.
Kata Kunci : Tumpang Pitu gold mine, religious behavior, capitalism, traditionalism, global and local capitalism.