Laporkan Masalah

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PENGEMUDI TRANSPORTASI ONLINE YANG MENERIMA PEMUTUSAN SEPIHAK DALAM PERJANJIAN KEMITRAAN DI YOGYAKARTA

GREGORIUS ALBERT A W, Prof. Dr. Ari Hernawan, S.H., M.Hum

2019 | Tesis | MAGISTER KENOTARIATAN

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis perlindungan hukum bagi pengemudi transportasi online yang menerima pemutusan sepihak. Pemutusan sepihak di sini dipersamakan dengan pemutusan hubungan kerja. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis upaya yang dilakukan oleh pengemudi transportasi online yang menerima pemutusan sepihak. Jenis penelitian dalam penelitian hukum ini adalah normatif empiris. Penelitian normatif adalah penelitian dengan kepustakaan untuk mendapatkan data sekunder yang didapat dari mempelajari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Penelitian empiris adalah penelitian lapangan untuk mendapatkan data primer yang dihasilkan dari wawancara kepada responden dan narasumber dengan alat pedoman wawancara. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif. Hasil analisis disajikan secara deskrisptif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa perlindungan hukum bagi pengemudi transportasi online yang menerima pemutusan sepihak sejak awal belum diberikan karena pengemudi tidak memperoleh hak nya berupa pengembalian sisa deposit atau uang yang berada di dalam akun miliknya. Perlindungan hukum juga belum diberikan kepada pengemudi yang menerima penilaian atau komentar buruk dari pengguna aplikasi, karena setelah penilaian atau komentar tersebut tercatat di sistem, pengemudi secara langsung menerima pembekuan akun oleh pihak Go-Jek tanpa adanya kesempatan bagi pengemudi untuk memberikan konfirmasi terlebih dahulu. Upaya yang dilakukan oleh pengemudi transportasi online yang menerima pemutusan sepihak adalah mengajukan banding baik dengan datang secara langsung ke kantor operasional Go-Jek atau melapor melalui layanan pelanggan.

The purpose of this study is to find out and analyze legal protection for online transportation drivers who receive unilateral termination. Unilateral termination here is equated with termination of employment. In addition, this study also aims to find out and analyze the efforts made by online transportation drivers who accept unilateral termination. This type of research in legal research is empirical normative. Normative research is research with literature to obtain secondary data obtained from studying primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. Empirical research is field research to obtain primary data generated from interviews with respondents and resource persons with interview guidance tools. Furthermore, the collected data is analyzed qualitatively. The results of the analysis are presented descriptively. Based on the results of the study, it was found that legal protection for online transportation drivers who received unilateral termination from the beginning had not been given because the driver did not obtain his rights in the form of returning the remaining deposits or money in his account. Legal protection has also not been given to drivers who receive bad ratings or comments from application users, because after the assessment or comment is recorded in the system, the driver directly accepts the freezing of the account by the Go-Jek without an opportunity for the driver to give confirmation first. Efforts made by online transportation drivers who received unilateral termination were to appeal well by coming directly to the Go-Jek operational office or reporting through customer service.

Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Pemutusan Sepihak, Pengemudi Transportasi Online, Perjanjian Kemitraan

  1. S2-2019-402963-abstract.pdf  
  2. S2-2019-402963-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-402963-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-402963-title.pdf