HUBUNGAN ASUPAN RENDAH ZINK DENGAN KEJADIAN VAGINOSIS BAKTERIAL PADA WANITA USIA SUBUR DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL
Amila Yashifa, Dr. dr. Angela Satiti Retno Pudjiati, Sp.KK(K); dr. Devi Artami Susetiati, M.Sc.
2018 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang : Vaginosis bacterial (VB) adalah suatu sindrom polimikrobial dimana Lactobacilli pengahasil H2O2 dan asam laktat di dalam vagina memiliki jumlah yang rendah dan digantikan oleh berbagai bakteri anaerob. Kondisi VB terkait dengan penurunan imunitas di dalam vagina. Kekurangan mikronutrien zink, dapat menyebabkan penurunan imunitas, terutama penurunan IgM dan IgA. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk meneliti keterkaitan antara asupan zink rendah dengan kejadian VB pada wanita usia subur (WUS) di Kabupaten Gunungkidul. Metode Penelitian : Penelitian dengan rancangan kasus-kontrol ini melibatkan 84 WUS dengan usia 18-49 tahun. Penelitian dilakukan di Puskesmas Gedangsari 1 dan Puskesmas Gedangsari 2 pada bulan Juli 2018 sampai Agustus 2018. Penegakkan diagnosis VB melalui pemeriksaan sekret vagina berdasarkan kriteria Amsel, lalu didapatkan 42 VB positif (kelompok kasus) dan 42 VB negatif (kelompok kontrol). Asupan zink dinilai melalui pengisian semi-quantitative food frequency questionaire (SQFFQ). Hasil Penelitian : Ditemukan asupan zink rendah (<4,9 mg) pada kelompok kasus sebanyak 88,1% (n=37) dan 92,9% (n=39) pada kelompok kontrol. Pada analisis bivariat menggunakan tes Fisher Exact untuk mengetahui hubungan antara asupan zink rendah dengan VB, didapatkan p value 0,356, sehingga secara statistik tidak signifikan. Tetapi dari analisis bivariat dan multivariat terhadap arah basuh vagina dan VB, didapatkan p value 0,016 (bivariat) dan p value 0,030 (multivariat), sehingga secara statistik signifikan. Kesimpulan : Hubungan antara asupan zink dengan kejadian Vb tidak ditemukan, tetapi arah basuh vagina berhubungan dengan VB.
Background : Bacterial Vaginosis (BV) is a polymicrobial syndrome in which Lactobacilli produces H2O2 and lactic acid in the vagina is decreased and replaced by various anaerobic bacteria. Bacterial Vaginosis conditions are associated with decreased immunity in the vagina. Zinc deficiency can cause a decrease in immunity, especially in IgM and IgA. Objective : This study aims to examine the relationship between low zinc intake and the incidence of VB in women of childbearing age in Gunungkidul District. Research Methode : The study with a case-control design involved 84 women aged 18-49 years. The study was conducted at Gedangsari 1 Public Health Center and Gedangsari 2 Public Health Center in July 2018 to August 2018. The diagnosis of BV through examination of vaginal secretions based on Amsel criteria. Result : We obtained 42 positive BV (case group) and 42 negative BV (control group). Zinc intake is assessed through the semi-quantitative food frequency questionaire (SQFFQ). Low zinc intake (<4.9 mg) in the case group was 88.1% (n = 37) and 92.9% (n = 39) in the control group. Bivariate analysis using Fisher Exact test to determine the relationship between low zinc intake and VB, gives p value of 0.356, and not statistically significant. In bivariate analysis (p value = 0,016) and multivariate analysis (p value = 0,030) between direction of vaginal washing and BV was statistically significant. Conclusion : The correlation between zinc intake and the incidence of BV was not found, but there is correlation between direction of vaginal washing and BV.
Kata Kunci : Vaginosis Bakterial, asupan zink / Bacterial vaginosis, zinc