Konstruksi Berita Polemik Kebijakan Pengelolaan Frekuensi Penyiaran (Analisis Framing Berita Polemik Single Mux dan Multi Mux dalam Pembahasan Rancangan Undang-Undang Penyiaran pada Portal Berita Detik.com)
ABDUL FADLI K, Dr. Phill Ana Nadhya Abrar, M.E.S
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KOMUNIKASIKebijakan penyiaran yang diberitakan ke publik idealnya memberikan gambaran sesungguhnya atas opsi kebijakan yang baiknya digunakan dalam sebuah kebijakan pemerintah yang secara langsung akan berdampak pada masyarakat sebagai audiens dari industri penyiaran itu sendiri. Penelitian ini membahasan tentang framing yang ditampilkan dalam berita Detik.com terkait polemik pembahasan hak pengelolaan frekunesi penyiaran dalam proses Rancangan Undang-Undang Penyiaran. Ditujukan untuk memberikan gambaran atas konstruksi framing dan realitas terhadap berita yang ditampikan Detik.com secara ilmiah. Dengan menggunakan metode analisis isi media dengan teknik analisis framing, menggunakan corpus sebanya 10 berita yang khusus membahas polemik kebijakan single mux dan multi mux didalamnya. Penulis menemukan tiga hal. Pertama, bahwa konstruksi framing Detik.com disusun dengan narasi yang terdiri dari pernyataan sinisme terhadap kebijakan single mux dengan membenturkan nilai-nilai ideal kebijakan penyairan, seperti demokrasi penyiaran, potensi monopoli, kerugian negara dan lain sebagainya. Kedua, Konstruksi tersebut akhirnya membangun sebuah realitas yang menunjukan dampak negatif dari salah satu opsi kebijakan dimana ada realitas lain yang tidak ditampilkan, seperti pendapat pihak Komisi I DPR yang menunjukan hal sebaliknya. Ketiga, terjadi perubahan framing dalam peroses pemberitaan yang periodik dalam memandang opsi kebijakan pengelolaan frekunesi tersebu. Dari segi framing satrategi penulis menemukan bahwa kebijakan ini dikemas dalam pendekatan bisnis semata, terlihat dari konten berita yang banyak menyuguhkan untung ruigi dalam narasi berita, hal ini menyebabkan kepentingan publik nyaris tidak dibahas dalam narasi pemberitaan Detik.com
Broadcasting policy published to the public ideally gives a real picture about policy options used in a public policy that will directly influence the public as the audience of the broadcasting industry. This research talks about framing showed in Detik.com news regarding to the polemic of broadcasting frequency management rights in the process of drafting of Broadcasting Laws. This research is meant to scientifically give a picture of reality from Detik.com news. And this research will use media content analysis method to explain the construction of value and strategic framing in Detik.com news, using 10 news corpora especially discussing about the polemics of single and multi mux policy inside them. The author found three things. First, that the construction of Detik.com framing was compiled with a narrative consisting of a statement of cynicism towards the single mux policy by banging on the ideal values of broadcasting policies, such as broadcasting democracy, potential monopolies, state losses, etc. Second, the construction finally builds a reality that shows the negative impact of one policy option where there are other realities that are not shown, such as the opinion of Commission I of the House of Representatives which shows the opposite. Third, there is a framing change in the periodic reporting process in looking at the frequency policy management options. In terms of the framing of the strategy, we found that this policy was packaged in a business approach only, as seen from the news content that presented a lot of profit in the news narrative, this led to the public interest barely being discussed in the narrative of Detik.com news.
Kata Kunci : framing nilai, framing strategi, single mux, multi mux, RUU Penyiaran