Laporkan Masalah

PEMBENTUKAN IDENTITAS MASYARAKAT BERBASIS IDENTITAS WILAYAH Studi Kasus : Identitas Masyarakat Kampung Jembatan Kayu Telihan di Muara Muntai Kabupaten Kutai Kartanegara

FADLI AFRIANDI, Dr. Haryanto, M.A

2019 | Tesis | MAGISTER POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Penelitian ini merupakan kajian politik identitas yang berfokus kepada pembentukan identitas masyarakat berdasarkan identitas wilayah. Studi ini dilakukan berawal dari adanya kekosongan kajian mengenai pembentukan identitas masyarakat yang berbasis kepada identitas wilayah. Identitas wilayah terbentuk dari penggunaan kayu sebagai komoditas utama dalam pembangunan sarana dan prasarana di daerah tersebut. Sehingga kayu yang awalnya merupakan komoditas mampu menjadikan identitas wilayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan Instumentalisme dan penelitian ini merupakan penelitian studi kasus mendalam (Intrinsic Case Study) yang melihat identitas Kecamatan Muara Muntai sebagai Kampung Jembatan Kayu Telihan sebagai objek penelitian yang berlokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Dengan menggunakan metode pengumpulan data interpretif, teknik pengumpulan data melalui dokumen, wawancara dan observasi sedangkan dalam menganalisis data menggunakan Taksonomic Analysis. Tesis dasar yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah bahwa pembentukan identitas masyarakat Kampung Jembatan Kayu Telihan berbasis identitas wilayah dibentuk sebagai usaha dalam pemenuhan hak hak masyarakat terhadap wilayah tersebut. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa proses terbentuknya identitas Masyarakat Kampung Jembatan Kayu Telihan atau Orang Telihan berbasis identitas wilayah Muara Muntai sebagai Kampung Jembatan Kayu Telihan dipengaruhi oleh dua faktor yaitu interaksi aktor dalam pemaknaan wilayah dan kepentingan aktor terhadap wilayah. Interaksi aktor melibatkan pihak internal (masyarakat Kampung Jembatan Kayu Telihan) dan interaksi internal dengan eksternal (masyarakat di luar Kampung Jembatan Kayu Telihan). Sedangkan dinamika berdasarkan kepentingannya adalah akibat beragamnya kepentingan aktor akan wilayahnya.

This research is an identity politics study that focuses on forming community identity based on regional identity. This study is carried out starting with the absence of a study on the formation of community identity based on regional identity. Regional identity is formed from the use of wood as the main commodity in the construction of facilities and infrastructure in this area. So that wood which is originally a commodity is able to make a regional identity. This study uses instrumentalism approach and this research is an Intrinsic Case Study that looks at the identity of Muara Muntai District as the Ironwood Bridge Village as the object of this research located in Kutai Kartanegara Regency. By using interpretive data collection methods, data collection techniques through documents, interviews, and observations while analyzing the data using Taxonomic Analysis. The basic thesis in this study is that the formation of the identity of the community of Ironwood Bridge Village based on regional identity is formed as an effort in fulfilling the rights of the community towards the region. In this study shows that the process of establishing the identity of Ironwood Village Community based on the Muara Muntai as Ironwood Bridge Village is influenced by two factors, namely the interaction of actors in the meaning of the region and the interests of actors towards the region. The interaction of actors involved internal side (Ironwood Bridge Village community) and internal and external interactions (communities outside of Ironwood Bridge Village). While the dynamics based on their interests are due to the diverse interests of the actors in their territory.

Kata Kunci : komoditas, masyarakat, wilayah, identitas masyarakat, identitas wilayah, kepentingan

  1. S2-2019-419128-abstract.pdf  
  2. S2-2019-419128-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-419128-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-419128-title.pdf