PENENTUAN KOMBINASI PRODUKSI OPTIMAL PADA INDUSTRI PENGGERGAJIAN DENGAN PROGRAM LINIER (Siudi Kasus Penggergajian Mesin (PGM) Randublatung, KPH Randublatung, PT. Perhutani Unit I Jawa Tengah)
EKO PUJIONO, Agus Setyarso
2001 | Skripsi | S1 KEHUTANANDalam rangka peningkatan efisiensi produksi, khususnya yang berkaitan dengan bahan baku, PGM Randublatung memproduksi sortimen-sortimen kavu gergajian untuk berbagai ukuran dan penggunaan. Adanya variasi sortimen kayu gergajian tersebut melahirkan permasalahan kombinasi produksi, yaitu berapa besamya volume produksi sortimen kayu gergajian untuk masing-masing jenis penggunaan yang mendatangkan keuntungan maksimal. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian tentang kombinasi produksi optimal di PGM Randublatung yang bertujuan untuk menentukan besamya volume produksi sortimen kayu gergajian untuk berbagai penggunaan dan besamya keuntungan yang diperoleh serta membandingkannya dengan keurrtungan dan realisasi produksi. Metode kuanbtatif yang digunakan untuk penelitian ini adalah program linier. Beberapa tahap dalam program linier yang dilakukan untuk menentukan volume produksi optimal pada industri penggergajian adalah : (1) Identifikasi permasalahan, (2) Penyusunan model, (3) Analisis model. Beberapa parameter yang hams ditaksir untuk penyusunan model adalah : harga jual dan biaya produksi per satuan, order dan penetapan output maksimal yang dihasilkan berdasarkan keteisediaan bahan baku dan kapasitas produksi. Analisis model dilakukan dengan metode simpleks dengan bantuan program komputer QSB+. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume produksi optimal pada masing-masing sortimen kayu gergajian adalah : Garden Furniture (963,302 nr ), Lisfoni (99,69 nr ), Lamparket (48,347 nr ), Plinth Skirting (6,795 nr ), Finish Flooring (450,454 nr ), Finger Joint (15,187 m3), Parket Block (434,601 nT ), Parket Stock (409,109 nr’). Parket Mosaik (0,056 nr’ ), Reng Mosaik (83,199 nT) dan Reng Lokal (476.213 nr') dengan keuntungan Rp. 109.569.635,00. Realisasi produksi perusahaan memberikan keuntungan Rp.104.526.924,021. Perbandingan antara keuntungan dari penyelesaian optimal dengan keuntungan dari realisasi produksi menunjukkan bahwa seiama ini kegiatan produksi di PGM Randublatung belum optimal.
Kata Kunci : kombinasi produksi, optimal, program linier, industri penggergajian