PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ANALISIS KESESUAIAN LAHAN BEBERAPA TANAMAN BERKAYU GUNA PENGEMBANGAN HUTAN RAKYAT
DINA AMBARSARI, Dr. Ir. Zainuddin Fanani
2001 | Skripsi | S1 MANAJEMEN HUTANPerkembangan hutan rakyat di berbagai daerah akhir- akhir ini menunjukkan besarnya keinginan rakyat untuk menanam tanaman berkayu di lahan-lahan miliknya. Tanaman berkayu yang ditanam biasanya adalah spesies lokal yang sudah ada di daerah tersebut, atau spesies yang diperkenalkan untuk ditanam oleh para penyuluh Kehutanan, yang merupakan bagian dari program pemerintah, seperti pada program sengonisasi. Ada kalanya pemilihan spesies tersebut belum memperhatikan aspek kesesuaian lahan antara spesies bersangkutan dengan kondisi lingkungan setempat yang dapat menyebabkan pertumbuhan yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tingkat kesesuaian lahan dari tujuh spesies yaitu Acacia auriculiformis, Eucalyptus alba, Leucaena leucocephala, Melaleuca leucadendron, Paraserianthes falcataria, Swietenia mahagony, dan Tectona grandis di Kecamatan Tepus Kabupaten Gunung Kidul dengan menggunakan perangkat Sistem Informasi Geografis. Penelitian dilakukan dengan cara matching atau mencocokkan antara persyaratan tumbuh ketujuh spesies dengan kondisi lapangan aktual. Persyaratan tumbuh ke tujuh spesies mengacu pada Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan yang dibuat oleh Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian lahan untuk empat spesies yaitu Acacia auriculiformis, Eucalyptus alba, Leucaena leucocephala dan Melaleuca leucadendron adalah sesuai terbatas dengan faktor penghambat erosi masing-masing sebesar (22,95%), (22,87%), (22,82%), dan (46,35%) sedangkan untuk Paraserianthes falcataria,Swietenia mahagony, dan Tectona grandis tingkat kesesuaiannya adalah pada tingkat tidak sesuai saat ini dengan faktor penghambat kelerengan (92,4%).
The growth of community forestry in Indonesia recently showed that people in the village eager to plant some trees species in their private land. Species will be planted usually the local species which can enormous see in the area, or the species which introduced by the government through the field workers Choose some species for plantation sometimes does not consider the aspect of land suitability between the species ang the field, this can cause the low quality of forest growth and decrease of environment quality. The objective of this research is to learn the land suitability for seven species, they are Acacia auriculiformis, Eucalyptus alba, Leucaena leucocephala, Melaleuca leucadendron, Paraserianthes falcataria, Swietenia mahagony and Tectona grandis at Tepus district at Yogyakarta Province as critical land (degradaged land area). The research use Geographical Information System as a tools to matching between the species growth condition with the actual field condition. The results showed that the land suitability for four species was in marginal suitability class: Acacia auriculiformis (22,95 %) , Eucalyptus alba (22,87%), Leucaena leucocephala (22,82 %) and Melaleuca leucadendron (46,35 %), with erosion as an obstacle, and three species in class not suitable: Paraserianthes falcataria (92,4%), Swietenia mahagony (92,4%), and Tectona grandis (92,4%) with slope as an obstacle.
Kata Kunci : Hutan Rakyat, Kesesuaian Lahan, Sistem Informasi Geografis