KAJIAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG DAN PARTISIPASI MASYARAKAT UNTUK PENGEMBANGAN WISATA ALAM DI PANTAI SADRANAN-SLILI KABUPATEN GUNUNGKIDUL
MARIA INGGRIT C, Dr. Langgeng Wahyu Santosa, M.Si ; Dr. Agus Joko Pitoyo, M.A.
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU LINGKUNGANTerumbu karang berperan dalam perlindungan garis pantai dan mendukung kehidupan manusia dalam menyediakan barang dan jasa ekosistem seperti produk perikanan dan juga destinasi wisata. Terumbu karang pantai Sadranan-Slili saat ini dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan snorkelling. Snorkelling rentan merusak terumbu karang terutama yang terletak di daerah dangkal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji karakteristik ekosistem terumbu karang pantai Sadranan-Slili; (2) partisipasi masyarakat dalam menjaga ekosistem terumbu karang; dan (3) merumuskan rekomendasi pengembangan wisata alam yang sesuai dengan karakteristik ekosistem terumbu karang dan partisipasi masyarakat di pantai Sadranan-Slili. Metode yang digunakan untuk mengkaji ekosistem terumbu karang adalah LIT (Line Intercept Transect). Pengambilan data terumbu karang dilakukan di 3 kolam karang. Transek garis sepanjang 20 meter dengan 2 kali ulangan diletakkan sejajar garis pantai. Total transek adalah 6 buah. Wawancara mendalam digunakan untuk mengkaji partisipasi masyarakat dalam menjaga ekosistem terumbu karang. Total informan berjumlah 7 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik bola salju. Hasil wawancara dianalisis dengan menggunakan metode Miles dan Huberman. Rekomendasi pengembangan wisata disusun dengan matriks rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan tutupan terumbu karang hidup pantai Sadranan-Slili sebesar 19,5% dan termasuk dalam kategori "buruk" Komunitas terumbu karang memiliki keragaman spesies yang rendah dan termasuk dalam komunitas tertekan. Lifeform terumbu karang didominasi oleh karang bercabang dan karang masif. Faktor yang mempengaruhi tekanan ekologis pada terumbu karang pantai Sadranan-Slili adalah paparan udara dan radiasi sinar matahari yang tinggi pada saat kondisi surut terendah. Partisipasi masyarakat berupa keterlibatan dalam pelaksanaan keputusan perlindungan terumbu karang yang dikeluarkan oleh pemerintah. Belum ada usaha perlindungan terumbu karang terkait aktivitas snorkelling. Pengembangan wisata tidak perlu dilakukan karena buruknya kondisi terumbu karang dan belum adanya usaha perlindungan terumbu karang terkait kegiatan wisata. Rekomendasi yang diberikan adalah pengelolaan kegiatan wisata berbasis partisipasi masyarakat agar tercipta kegiatan wisata yang berkelanjutan.
Coral reefs play a role in protecting shoreline and supporting human life in providing ecosystem goods and services such as fishery products and tourist destinations. Coral reef in Sadranan-Slili beach is currently used as a location for snorkelling activities. Snorkeling is prone to damage the coral reefs, especially those located in shallow areas. This study aims to: (1) examine the characteristics of the Sadranan-Slili beach reef ecosystem; (2) community participation in maintaining coral reef ecosystems; and (3) make recommendations for natural tourism developement according to the coral reef condition and community participation. The method used to assess coral reef ecosystems is LIT (Line Intercept Transect). Coral reef data collection was carried out in the 3 main reef pools. The 20 meter line transect with 2 repetitions was placed parallel to the line. The total transects in the study were 6 pieces. In-depth interviews were used to assess community participation in maintaining coral reef ecosystems. 7 informants were selected using snowball techniques. The results of the interviews then analyzed using the Miles and Huberman method. The recommendations for tourism development were arranged using matrix. The result shows that the living coral cover of Sadranan-Slili beach is 19.5% and included in the category of "Poor". Coral reef communities have low species diversity and are included in the stressed community. Lifeform coral reefs are dominated by branching and massive corals. Factors affecting the ecological stress on the Sadranan-Slili coastal coral reef are exposure to air and high sun radiation during the lowest ebb tide. Community participation showed by involvement in the implementation of coral reef protection that issued by the government. There has been no coral reef protection efforts related to snorkeling activities. Natural tourism does not need to be developed because of the condition of the coral reefs and the absence of efforts to protect coral reefs related to tourism activities. The recommendations given are management of tourism activities based on community participation in order to create sustainable tourism activities.
Kata Kunci : terumbu karang, snorkelling, partisipasi masyarakat