ANALISIS BIAYA PENGADAAN BIBIT DIPTEROCARPACEAE MELALUI METODE CABUTAN ALAM DAN STEK PUCUK (Studi Kasus di PT Inhutani I, Adm. HTI Long Nah, Kalimantan Timur)
Retno Wahyuni, Siswantoyo Dipodiningrat
2001 | Skripsi | S1 KEHUTANANPertumbuhan penduduk menyebabkan permintaan kayu untuk bahan baku industri semakin meningkat, sementara kemampuan hutan alam untuk menyediakan kebutuhan kayu sudah semakin menurun. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilaksanakan pembangunan Hutan Tanaman Industri, terutama dari famili Dipterocarpaceae. Dalam pembangunan HTI terdapat banyak kegiatan, antara lain : perencanaan, pengadaan bibit, penyiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, perlindungan hutan, dan pengorganisasian/pengawasan. Produksi bibit yang berkualitas baik, tepat waktu, dan dalam jumlah yang cukup merupakan kegiatan yang sangat menunjang keberhasilan pembangunan HTI. Kegiatan pengadaan bibit ini bisa dilakukan dengan melalui metode cabutan alam dan stek pucuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis pekerjaan untuk pengadaan bibit dan volume kebutuhan HOK dengan metode cabutan alam dan stek pucuk, dan komposisi biaya produksi bibit untuk masing-masing metode. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode pendekatan dengan pengamatan pekeijaan di lapangan, pengumpulan data-data biaya yang diperlukan, dan perhitungan beban biaya per batang. Dengan metode pendekatan yang dilakukan diperoleh hasil bahwa pekerjaan-pekerjaan pengadaan bibit untuk metode cabutan alam dan stek pucuk pada dasamya hampir sama yaitu meliputi kegiatan pengumpulan bahan/materi pertanaman, penyapihan, pemeliharaan dan pengepakkan. Yang membedakan adalah dalam metode stek pucuk terdapat kegiatan pembuatan dan pemeliharaan kebun pangkas dan kegiatan menumbuhkan akar. Perbedaan volume produksi menyebabkan volume kebutuhan HOK untuk masing-masing metode juga berbeda. Biaya produksi per batang bibit cabutan alam adalah Rp. 416,57 dengan komponen penyusun biaya tetap 27,51% dan biaya variabel 62,05%. Sedangkan biaya produksi per batang bibit stek pucuk adalah Rp. 502,17 dengan komponen penyusun biaya tetap 35,18% dan biaya variabel 64,82%.
Kata Kunci : cabutan alam, stek pucuk, dan biava produksi