Student Housing Universitas Gadjah Mada dengan Pendekatan Sustainable Design
SHEILA SHAFIRA PERMADI, Dr.Ir.Budi Prayitno,M.Eng
2018 | Skripsi | S1 ARSITEKTURYogyakarta dikenal sebagai Kota Pelajar dimana pendidikan di Yogyakarta telah teruji dan terjamin kualitasnya. Fasilitas sekolah dan univeritasnya sudah terakreditasi secara baik di dunia pendidikan Indonesia. Jumlah total perguruan tinggi yang terdapat di Yogyakarta berjumlah 137 perguruann tinggi dan sekitar 25% penduduk di Yogyakarta ini merupakan pelajar dari dalam kota maupun dari luar daerah di Indonesia. Hal ini berpengaruh pada kepadatan masyarakat kota Yogyakarta setiap tahun ajaran baru. Khususnya Universitas Gadjah Mada yang dikenal sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia menerima 9000 mahasiswa baru setiap tahunnya dan angka ini akan terus meningkat. Bertambahnya jumlah mahasiswa membuat timbulnya kepadatan penduduk dan lahan yang semakin berkurang sehingga mahasiswa semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal. Pembangunan student housing Universitas Gadjah Mada merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi masalah keterbatasan lahan dan kebutuhan tempat tinggal mahasiswanya. Namun, bangunan vertikal seperti asrama secara tidak langsung berkaitan dengan borosnya pemakaian sumber daya alam sehingga berkontribusi dalam kerusakan lingkungan. Kawasan sekitar Universitas Gadjah Mada juga merupakan kawasan yang sangat padat penduduknya. Hal ini menjadi isu yang semakin menjadi di Yogyakarta. Untuk menanggapi borosnya pemakaian sumber energi bumi oleh bangunan, diperlukan sebuah konsep desain student housing yang dapat memanfaatkan energi secara efisien. Menjawab tuntutan akan permintaan dan urgensitas kebutuhan hunian bagi mahasiswa di area perguruan tinggi sekaligus jawaban atas isu kerusakan lingkungan, penghematan pemakaian energi bumi maka, student housing dengan pendekatan sustainable design merupakan solusi yang perlu dipertimbangkan dan pada akhirnya konsep tersebut menjadi role model bagi desain bangunan-bangunan di Yogyakarta dan kota-kota lainnya
Yogyakarta is known as a "Kota Pelajar" and the education in Yogyakarta has proven its quality. School facilities and universities have been accredited in the world of Indonesian education. Yogyakarta has 137 colleges and around 25% of the population in Yogyakarta are students from outside the region in Indonesia. This affects to the increasing number of population in Yogyakarta every year. Gadjah Mada University, known as one of the best university in Indonesia, receives 9,000 new students every year and this number will continue to increase. The increasing number of students makes increasing population and land decreasing so that students are tend to be difficult to meet the need for a shelter. Student Housing Development of Gadjah Mada University is the right step to overcome the problem of limited land and housing needs of its managers. However, vertical buildings such as dormitories are related indirectly to wasteful, natural resources, contributing to environmental damage. The area around Gadjah Mada University is also a very densely populated area. This has become a problem that is increasingly becoming in Yogyakarta. Using earth's energy sources by buildings, it takes a housing concept for students who can use energy efficiently. Responding to the response to demand and the urgency of residential needs for students in higher education areas as soon as possible answer the problem of environmental damage, saving the earth's energy use, student housing by asking for sustainable designs that provide solutions that need to be improved and ultimately designed role models for the design of buildings in Yogyakarta and other cities
Kata Kunci : Asrama,Student Housing,Sustainable Design