Laporkan Masalah

Analisis Kesiapan Audit Paroki Kumetiran Yogyakarta

YOHANES MARIO P, Sony Warsono , MAFIS., Ak., CA., Ph.D.

2019 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSI

Paroki dapat dikategorikan sebagai salah satu organisasi nirlaba karena sumber dana paroki diperoleh melalui sumbangan para anggota gereja yang tidak mengharapkan imbalan. Tuhan mengharapkan supaya sumber keuangan di gereja selalu dijaga dengan baik karena sumber keuangan tersebut merupakan sumber daya milik Allah. Maraknya kasus korupsi gereja di Indonesia membuat Alexander Marwata (Wakil Ketua KPK) memberikan tantangan bagi gereja-gereja di Indonesia untuk diaudit supaya dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Paroki Kumetiran Yogyakarta merupakan salah satu paroki terbesar di rayon kota Yogyakarta dan dapat menerima uang puluhan juta setiap bulannya. Berdasarkan hasil wawancara awal dengan Dewan Paroki Kumetiran, hingga saat ini Paroki Kumetiran belum pernah diaudit karena belum terdapat mandat atau aturan tertulis. Oleh karena itu, apabila nantinya rencana KPK untuk mengaudit gereja akan diwujudkan, Paroki Kumetiran harus memiliki auditabilitas yang baik supaya siap untuk diaudit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan Paroki Kumetiran Yogyakarta untuk diaudit menggunakan konsep auditabilitas dan audit readiness essentials. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Partisipan penelitian yaitu pastor dan bendahara-bendahara paroki. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Paroki Kumetiran Yogyakarta telah memenuhi komponen kesiapan sumber daya manusia, dukungan pemimpin, dan teknologi informasi. Meskipun sebagian besar komponen pengendalian internal dan dokumen pendukung sudah dilaksanakan dengan baik, namun Paroki Kumetiran Yogyakarta masih perlu memperbaiki pengendalian internal penghitungan uang yang terdapat di kotak gereja, dokumentasi bukti transaksi oleh bendahara-lima, dan ketepatwaktuan laporan pertanggungjawaban.

A parish (paroki) is categorized as a non-profit organization because their source of funding is obtained from members of the congregation, and they do not expect anything in return. God expects that their source of funding is well maintained because the source belongs to God. The many cases of corruption that happen in the church has prompted Mr. Alexander Marwata (ex KPK deputy chief) to propose a challenge that churches in Indonesia be audited in order to increase transparency and accountability. Kumetiran Yogyakarta Parish is one of the biggest parishes in Yogyakarta Municipality area, it receives tens of million rupiahs every month. Based on an interview with the Board of Kumetiran Parish, until now the parish has not been audited because there has not been any mandate or written regulation to do so. Therefore, if plans to audit the Church are to be implemented, Kumetiran Parish must have good auditability quality in order to be audited. This research aims to analyze the readiness of Kumetiran Yogyakarta Parish to be audited using the auditability concept and audit readiness essentials. This is a qualitative research with a case study approach. The data collection was conducted by means of an in-depth interview, observation, and document analysis techniques. The research participants were the pastor of the parish and treasurers. The research results show that Kumetiran Yogyakarta Parish has fullfilled the components of human resource readiness; leadership support; and information technology. Although most of the internal control and support document components have been well performed, Kumetiran Yogyakarta Parish still needs to improve its internal control on the calculation of money collected through the boxes inside the church; proofs of transaction documentation by fifth treasurer; and accountability report punctuality.

Kata Kunci : kesiapan audit, auditabilitas, audit readiness essentials, paroki

  1. S2-2019-406942-abstract.pdf  
  2. S2-2019-406942-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-406942-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-406942-title.pdf