Korelasi antara Dimensi Vertikal Oklusi dengan Panjang Jari Telunjuk Tangan pada Suku Jawa
Sekar Sri Suseta Pujaningrum , drg. Murti Indrastuti, M.Kes., Sp.Pros (K); drg. Erwan Sugiatno, M. S., Sp.Pros (K), Ph.D
2019 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGIPengukuran dimensi vertikal oklusi (DVO) merupakan tahapan penting dalam pembuatan gigi tiruan. Beberapa kondisi pasien menyebabkan sulitnya pengukuran DVO terutama pada pasien tidak bergigi. Berbagai metode pengukuran dimensi vertikal oklusi memiliki kelemahan dan tidak ada metode yang terbukti akurat secara mutlak, tetap dibutuhkan berbagai metode dalam pengukuran dimensi vertikal oklusi untuk mengurangi dampak pada sistem stomatognatik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara dimensi vertikal oklusi dengan panjang jari telunjuk tangan pada suku Jawa. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan studi cross sectional yang dilakukan pada 64 subjek yang terdiri dari 32 subjek laki-laki dan 32 subjek perempuan. DVO diukur dari ujung hidung (pronasal) hingga gnation pada ujung dagu. Pengukuran dimensi vertikal oklusi dan panjang jari telunjuk tangan dilakukan menggunakan digital vernier caliper (Krisbow) dengan tingkat ketelitian 0,01mm. Pengukuran dilakukan sebanyak tiga kali kemudian diambil hasil rata-ratanya. Data dianalisis dengan uji normalitas Shapiro Wilk dan korelasi Pearson menggunakan program SPSS v21. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang signifikan (p<0,05). Terdapat korelasi positif dan bersifat kuat antara dimensi vertikal oklusi dengan panjang jari telunjuk tangan suku Jawa, jenis kelamin perempuan memiliki nilai koefisien korelasi yang lebih tinggi (r = 0,652) jika dibandingkan dengan laki-laki (r= 0,582). Kesimpulan penelitian adalah terdapat korelasi yang bersifat positif antara dimensi vertikal oklusi dengan panjang jari telunjuk tangan pada suku Jawa dengan sifat korelasi kuat.
Measuring the vertical dimension of occlusion (VDO) is an important stage in making denture. There are many difficulties in determining correct VDO, especially in fully edentulous patients. Though many methods have been proposed in recording VDO, none of them has been proven to be absolutely accurate, it still requires various methods in measuring VDO to minimize damage of the stomatognathic system. The purpose of this study was to know the correlation between vertical dimension of occlusion and length of index finger in Javanese population. This observasional analytical study with cross sectional design was conducted on 64 subjects which include 32 males and 32 females. The VDO was measured from the tip of nose (pronasal) to the gnation at the tip of the chin. Measurement of VDO and length of index finger was recorded using a digital vernier caliper (Krisbow) with an accuracy of 0,01 mm. Measurement was repeated three times then the average results were analyzed. Correlation between VDO and length of index finger was studied using Shapiro Wilk normality test and Pearson's correlation. All data were analyzed using SPSS v21 program. The results showed a significant result (p <0.05). The vertical dimension of occlusion was significantly and positively correlated with the length of the index finger in Javanese population, in females (r = 0,652) higher than males (r = 0,582). This study conclude that there is a strong and positive correlation between vertical dimension of occlusion and length of index finger in Javanese population.
Kata Kunci : dimensi vertikal oklusi, jari telunjuk tangan, suku Jawa / Vertical dimension of occlusion, length of index finger, Javanese