KORELASI ANTARA DIMENSI VERTIKAL OKLUSI DENGAN PANJANG IBU JARI TANGAN PADA SUKU JAWA
ERIKA KUSUMA WARDANI, drg. Murti Indrastuti M.Kes., Sp. Pros(K);Dr. drg. Suparyono Saleh, Sp.Pros(K)
2019 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGIDimensi vertikal oklusi merupakan jarak dua titik anatomis satu titik pada maksila dan lainnya pada mandibula yang diukur saat gigi dalam kontak maksimal. Pengukuran DVO yang akurat merupakan hal penting dalam pembuatan gigi tiruan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara DVO dengan panjang ibu jari tangan pada suku Jawa. Penelitian ini dilakukan pada 64 orang dengan usia 18-25 tahun, suku Jawa, maloklusi Angle klas I, gigi geligi permanen lengkap sampai M2, tidak menggunakan gigi tiruan dan alat ortodonsia, serta tidak ada kelainan atau asimetri wajah dan ibu jari. DVO diukur dari titik subnasal sampai ke gnation. Pengukuran ibu jari pada tangan kanan di ukur dari dactylion sampai ke lipatan metacarpophalangeal digiti pertama. Kedua pengukuran menggunakan digital vernier caliper dengan ketelitian 0,01mm dan dilakukan pengukuran sebanyak tiga kali kemudian rerata dari pengukuran tersebut dianalisis. Data kemudian dilakukan analisis dengan Shapiro-Wilk untuk normalitas dan Pearson correlation untuk korelasi. Hasil analisis menunjukkan terdapat korelasi yang bersifat positif dan kuat (r>0,5 dan p<0,05) antara DVO dan panjang ibu jari tangan pada kelompok laki-laki dan perempuan suku Jawa. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat korelasi yang bersifat positif dan kuat antara DVO dengan panjang ibu jari tangan pada Suku Jawa.
The vertical dimension of occlusion is the distance between two anatomical points on the maxilla and the other on the mandible measured when the tooth is in maximum contact. Accurate DVO measurement is important in making dentures. The purpose of this study was to find out whether there was a correlation between DVO and the length of the thumb on the Javanese. This study was conducted on 64 people aged 18-25 years, Javanese, Angle class I malocclusion, complete permanent teeth to M2, not using dentures and orthodontic devices, and no abnormalities or asymmetry of the face and the thumb. DVO was measured from the subnasal point to gnation. The thumb on the right hand was measured from dactylion to the first digit of the metacarpophalangeal fold. Both measurements used a digital vernier caliper with a precision of 0.01 mm and measured three times and then the average of these measurements were analyzed. The data was analyzed by Shapiro-Wilk for normality and Pearson correlation for correlation. The results of the analysis showed that there were positive and strong correlations (r> 0.5 and p <0.05) between DVO and the length of the thumb in the Javanese on male and female groups. The conclusion of this study is that there is a positive and strong correlation between DVO and thumb length in Javanese.
Kata Kunci : dimensi vertikal oklusi, antropometri, ibu jari