EVALUASI AWAL UJI KLON JATI (Tectona grandis L.f.) SAMPAI UMUR 20 BULAN DI KPH CIAMIS
ART TRI UNTORO, Mohammad Na’iem, W.W. Winarni
2001 | Skripsi | S1 KEHUTANANPemuliaan pohon mempunyai peranan yang sangat strategis dalam meningkatkan rautu dan produktivitas hutan. Salah satu kegiatannya adalah membangun pertanaman uji klon. Menyadari akan potensi jati sebagai spesies ungulan maka dibangunlah pertanaman uji klon jati. Evaluasi Awal Uji Klon Jati {Tectona grandis L.f.) Sampai Umur 20 Bulan di KPH Ciamis ini bertujuan untuk (1) Mengetahui kemampuan hidup atau adaptabilitas klon jati, (2) Mengetahui variasi genetik tanaman antar klon, (3) Mengetahui korelasi genetik antar karakter tanaman yang diukur yaitu tinggi tanaman dan diameter batang. Penelitian dilaksanakan pada pertanaman uji klon jati umur 20 bulan di RPH Gadung, BKPH Banjar Utara, KPH Ciamis. Penanaman dilaksanakan pada pertengahan bulan Maret 1999. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Berblok (RCBD) dengan 50 nomor klon, 5 blok, dan 4 treeplot dengan jarak tanam 3 x 3 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kemampuan hidup atau adaptabilitas klon jati terhadap lingkungannya cukup tinggi dengan persen hidup tanaman 80% dan persen kematiannya 20%, (2) Ada variasi genetik tanaman untuk karakter tinggi dan diameter tanaman, dengan 10 klon terbaik untuk karakter tinggi adalah nomor klon 97, 34, 78, 7, 74, 111, 48, 19, 42, dan 2, sedangkan 10 klon terbaik untuk karakter diameter adalah nomor klon 74, 97, 48,7 , 111, 34, 5, 78, 63, dan 37, (3) Taksiran nilai heritabilitas untuk selisih tinggi adalah 0,3764 dan untuk selisih diameter adalah 0,3829, (4) Ada korelasi genetik yang positif antara karakter tinggi tanaman dan diameter batang dan nilainya tinggi yaitu sebesar 0,86.
Kata Kunci : uji klon, jati, adaptabilitas, variasi genetik, nilai heritabilitas, korelasi genetik.