Laporkan Masalah

ANALISIS DISTRIBUSI TATANIAGA BAMBU DI KABUPATEN KULONPROGO

IRA KARTHIKASARI, Wahyu Andayani

2001 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Penelitian ini dilakukan di wilayah administratif Kabupaten Kulonprogo dengan mengambil sampel dalam lingkup 8 desa dari 3 kecamatan yang memiliki konsentrasi tanaman bambu yang terbesar, yaitu Kecamatan Kokap, Kecamatan Samigaluh, dan Kecamatan Panjatan. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu 1) mengidentifikasi lembaga lembaga pemasaran yang terlibat dalam distribusi bambu di daerah penelitian, 2) mengetahui berbagai bentuk saluran distribusi bambu yang berkembang, 3) mengetahui besamya biaya usaha tani dan biaya pemasaran, 4) menganalisa efisiensi tataniaga pada masing-masing lembaga pemasaran yang terlibat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif terhadap kasus distribusi bambu di daerah penelitian. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah dengan metode stratified random sampling, yang bertingkat dari lingkup kecamatan, desa, hingga dusun dengan intensitas sampling diatas 10 %. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa secara umum distribusi bambu di daerah penelitian di melibatkan lembaga-lembaga distribusi antara lain produsen - pengumpul desa - perantara - pedagang pengecer - konsumen, dengan karaktemya masing-masing. Selain itu juga dapat diketahui bahwa secara umum terdapat 5 pola saluran distribusi bambu yang paling dominan terjadi, yaitu berdasarkan jenis bambu yang diperdagangkan (Apus, Wulung, dan Petung) dan orientasi penggunaannya (industri dan non industri). Berdasarkan analisa finansial, diketahui bahwa distribusi keuntungan terbesar diperoleh perantara untuk distribusi bambu berorientasi industri dengan rata-rata proporsi keuntungan 66 % dan untuk distribusi bambu berorientasi non industri atau eceran keuntungan terbesar dicapai oleh pedagang pengecer dengan rata-rata proporsi keuntungan sebesar 58 %. Dalam distribusi yang dilakukan, efisiensi ekonomi yang tinggi mampu dilakukan oleh para perantara dengan rata rata nilai koefisien korelasi sebesar 0 ,97. Sedangkan efisiensi operasional yang tinggi mampu dilakukan oleh pedagang pengecer dengan rata-rata nilai mark up sebesar 32,71 %.

This research was conducted in Kabupaten Kulonprogo, the administrative distric. The samples were taken in 8 villages of 3 subdistrics, namely, Kokap, Samigaluh, and Panjatan. All of them have the highest number of bamboo trees. The objectives of this research are 1) to identify the characteristics of marketing institutions involved in the distribution of bamboo in the research area, 2) to know about types of bamboo distribution developed, 3) to find out the amount of farming cost and marketing costs, 4) to analyze the marketing efficiency in each of marketing institutions involved. This research applied descriptive-explorative method upon cases of bamboo distribution in the research area. Technique of data sampling was stratified random sampling method from level of subdistric to village with sampling intensity of more than 10%. The results of the research showed that generally producer - middleman I -middleman II-retailer-consumer take part in the distribution of bamboo with each of their characteristic in the research area. Besides, there are five most dominant patterns of bamboo distribution based on bamboo species sold, namely, Apus, Wulung, and Petung, and based on the orientation on use such as industry and non industry. Based on financial analysis, the highest profit distribution was gained by middleman II for industry oriented - bamboo distribution. It was 66 % for the profit proportion average. On the other hand, the highest profit distribution for non industry oriented was gained by retailer. The profit proportion average was 58%. In the conducted distribution, the highest economic efficiency was reached by middleman II with coeficient correlation average 0.97. However, the highest operational efficiency was reached by retailer with mark up average 32.71%.

Kata Kunci : Bambu, distribusi, tataniaga

  1. S1-FKT-2001-94952-abstract.pdf  
  2. S1-FKT-2001-94952-bibliography.pdf  
  3. S1-FKT-2001-94952-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKT-2001-94952-title.pdf