PENGARUH TEBANG JALUR TERHADAP KELIMPAHAN PERMUDAAN ALAM PADA AREAL BEKAS TEBANGAN HUTAN HUJAN TROPIKA BASAH DIJAMBI
AGUS WAHYUDI, Suryo Hardiwinoto, Adriana
2001 | Skripsi | S1 KEHUTANANPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari komposisi, keragaman jenis, kelimpahan dan pola persebaran spacial permudaan alam dengan adanya tebang jalur. Penelitian ini dilakukan di Hutan Pendidikan dan Penelitian Fakultas Kehutanan UGM di Jambi, menggunakan metode kuadrat dengan petak ukur ganda. Pengamatan dilakukan pada dua jalur di tebang jalur permanen dengan ukuran 40 m x 300 m yang dibuat tahun 1997, dengan masing-masing jalur pengamatan (kontrol, T.J. bagian tepi dan tengah) di buat 40 petak ukur. Parameter permudaan alam yang diamati meliputi jumlah jenis, jumlah individu setiap jenis dan diameter sapihan. Data dianalisis dengan menghitung Indeks Nilai Penting (INP), Keragaman Jenis Shannon's Indeks dan pola persebaran spacial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya tebang jalur permanen, komposisi permudaan alam tingkat semai dan sapihan didominasi oleh jenis-jenis pioner (Euphorbiaceae dan Sterculiaceae ), kemudian baru diikuti oleh famili Dipterocarpaceae. Keragaman Jenis/Shannon's Indeks mengalami penurunan walupun tidak begitu mencolok seiring dengan peningkatan intensitas cahaya ke lantai hutan. Nilainya berkisar 3.0805 - 3.8282 (semai) dan 3.9322- 4.2338 (sapihan). Kelimpahan jenis Dipterocarpaceae khususnya hasil pengayaan (Shorea acuminata) mengalami peningkatan yaitu 240 sapihan/ha (kontrol), 530 sapihan/ha (T.J. bag. tepi) dan 840 sapihan/ha (T.J. bag. tengah), walaupun seharusnya 1100 sapihan/ha, apabila tumbuh semua. Permudaan alam untuk jenis-jenis yang suka cahaya umumnya mengalami peningkatan, sedangkan untuk jenis tertentu seperti Eugenia sp. tidak mengalami perubahan yang berarti. Jenis Shorea leprosula, Shorea macroptera dan Dipterocarpus sp. pada areal tebang jalur cukup banyak yaitu 400 sapihan/ha, 230 sapihan/ha dan 100 sapihan/ha (T.J. bag. tepi), 210 sapihan/ha, 180 sapihan/ha dan 150 sapihan/ha (T.J. bag. tengah). Shorea parvifolia pada areal tebang jalur bagian tengah cukup melimpah yaitu 880 sapihan/ha, tertinggi dari jenis-jenis Dipterocarpaceae yang lain, sedangkan pada areal tebang jalur bagian tepi hanya 90 sapihan/ha dan 70 sapihan/ha untuk kontrol. Pola persebaran famili Dipetrocarpacea tingkat semai mengalami perubahan yaitu dari mengelompok (kontrol) kemudian random (tebang jalur), sedang tingkat sapihan random (kontrol dan T.J.bag. tengah) dan mengelompok (T.J.bag. tepi). Famili Non-Dipterocarpaceae,pola persebaran spacial umumnya random dan sedikit ada yang mengelompok.
Kata Kunci : Bekas tebangan, hutan hujan tropika basah, pioner, tebang jalur