Laporkan Masalah

EVALUASI PERKEMBANGAN VOLUME DAN NILAI TEGAKAN HUTAN TANAMAN JATI PADA PERUM PERHUTANI UNIT I KPH PEMALANG

Tri Atmojo, Sofyan P. Warsito

2001 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Hutan mempunyai beragam produk hasil hutan yang dapat dikelompokkan menjadi produk barang (goods) dan produk jasa (sendees). Kedua produk tersebut mempunyai sifat saling mengkendalai (trade-off ). Produk barang berupa kayu misalnya, hanya bisa diperoleh dengan cara menebang, sedangkan produk jasa lingkungan akan maksimum apabila faktor penyusun hutan (tegakan, tumbuhan bawah, dsb) tidak terganggu. Oleh karena itu, agar gangguan terhadap lingkungan dan kelestarian produksi bisa minimum, penebangan kayu hanya boleh dilakukan apabila maksimum besarnya tebangan setara dengan riap yang dihasilkan tegakan hutan. Dengan proses demikian, besarnya total stok tegakan kayu akan tetap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelestarian stok tegakan kayu tersebut berdasarkan perkembangan volume dan nilai tegakan. Evaluasi tersebut diharapkan bermanfaat sebagai alat kontrol proses pengelolaan hutan oleh suatu perusahaan hutan. Obyek penelitian ini adalah hutan tanaman jati pada Perum Perhutani Unit I KPH Pemalang selama kurun waktu 2 jangka terakhir, yaitu tahun 1979- 1989 dan 1990-1999. Data yang dikumpulkan adalah berupa data fisik dan data moneter. Data fisik diperoleh dari dokumen PK 2 (Register Risalah Hutan), sedangkan data moneter diperoleh dari Tarif Upah 1999, data biaya perencanaan hutan dari SPH, dan informasi lain vang menunjang. Untuk mengetahui besarnya volume tegakan dilakukan dengan tabel tegakan W.v.W berdasarkan metode Instruksi 1974. Rumus yang digunakan yaitu V=Vst. KBD.Luas. Penaksiran nilai tegakan dilakukan melalui pendekatan metode biaya pokok. Dengan asumsi bahwa hasil inventarisasi hutan yang dilakukan oleh KPH Pemalang adalah benar, hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan stok volume tegakan jati KPH Pemalang dalam jangka I meningkat, sedangkan pada jangka II menurun. Akan tetapi stok volume tegakan tersebut belumlah cukup sebagai indikasi kelestarian hutan, karena adanya terdapat perbedaan nilai tegakan pada berbagai kondisi tegakan dengan struktur kelas umur yang berbeda. Oleh karena itu, penilaian terhadap stok tegakan hutan dinyatakan dalam satuan nilai moneter (rupiah). Hasil penelitian yang didapatkan adalah bahwa perkembangan nilai tegakan meningkat dalam 2 jangka terakhir. Kenaikan nilai tegakan ini dikarenakan perubahan struktur tegakan dalam 2 jangka terakhir. Struktur tegakan pada inventarisasi hutan tahun 1980 menunjukkan bahwa luasan terbesar terdapat pada KU muda, pada inventarisasi tahun 1990 luasan terbesar terdapat pada KU sedang, dan pada inventarisasi tahun 2000 terletak pada KU tua. Penelitian ini menyarankan bahwa KPH Pemalang hendaknya dapat mempertahankan nilai tegakan tersebut, atau kalau bisa meningkatkannya.

Kata Kunci : kelestarian, stok tegakan, nilai tegakan, jati

  1. S1-FKT-2001-101721-abstract.pdf  
  2. S1-FKT-2001-101721-bibliography.pdf  
  3. S1-FKT-2001-101721-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKT-2001-101721-title.pdf