SIKAP PELAJAR SMU Dl KOTAMADYA SEMARANG TERHADAP KEBERADAAN RUANG TERBUKA HIJAU Dl PERKOTAAN
FAIQOTUL FALAH, Achmad Sulthoni, Lies Rahayu W.F.
2001 | Skripsi | S1 KEHUTANANSalah satu alternatif solusi untuk mengatasi penurunan kualitas lingkungan kota Semarang adalah dengan penyediaan area! Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang memadai fungsi dan kondisinya. Pengembangan areal RTH tersebut memerlukan perencanaan kawasan secara menyeluruh yang melibatkan masyarakat, termasuk generasi muda sebagai aktor pembangunan masa depan. Untuk itu perlu diketahui bagaimana sikap generasi muda terhadap keberadaan RTH di perkotaan. Sikap yang ingin diketahui meliputi tingkat pemahaman, dukungan, dan kecenderungan perilaku pelajar SMU Semarang terhadap keberadaan RTH di kawasan perkotaan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi awal yang berguna sebagai acuan dalam pembuatan konsep modul pendidikan lingkungan bagi siswa SMU, terutama dalam masalah pelestarian RTH di perkotaan. Penelitian ini termasuk metode penelitian deskriptif, dengan teknik penelitian survai. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang terdiri dari dua bagian , yaitu skala sikap dan kuesioner semi terbuka. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified purposive sampling (sampling berstrata dengan tujuan tertentu) untuk memilih empat SMU yang dijadikan lokasi penelitian. Siswa SMU yang menjadi responden dipilih secara acak dari masing-masing sekolah. Sebelumnya dilakukan uji coba pada alat ukur untuk mengetahui validitas dan realibilitasnya. Hasil penelitian dianalisis dengan secara kuantitatif dengan statistik deskriptif, kemudian diinterpretasikan dan dideskripsikan lebih lanjut secara kualitatif, dilengkapi dengan asilwawancara dengan metode diskusi kelompok terarah (FGD). Ujicoba penelitian menghadilkan koefisien realibilitas sebesar 0,7133. Sedang uji validitas menghasilkan koefisien korelasi antara -0,0875 s.d 0,6510, dengan 29 butir pernyataan andal, 17 butir pernyataan gugur, dan 14 butir pertanyaan semi terbuka. Hasil analisis data penleitian menyatakan bahwa 44,05% siswa SMU di Kodya Semarang memiliki sikap positif, 2,79% bersikap negatif, dan 53,15% memiliki sikap antara positif dan negatif terhadap keberadaan RTH di perkotaan. Belum terbentuknya sikap positif tersebut antara lain disebabkan pengetahuan siswa SMU yang kurang mendalam tentang bentuk, jenis-jenis penyusun, manfaat RTH, pentingnya keberadaan RTH di perkotaan, serta upaya pelestarian RTH yang dapat dilakukan oleh generasi muda. Kurangnya pemahaman ini menyebabkan kurangnya minat dan kepedulian remaja pada kondisi lingkungan hijau sekitarnya, sehingga belum timbul kesadaran untuk berupaya melestarikannya.
Kata Kunci : Sikap, Ruang Terbuka Hijau, Kota, Remaja