Laporkan Masalah

STRATEGI PENGHIDUPAN MASYARAKAT AKIBAT MUNCULNYA DESTINASI WISATA BARU DI KAWASAN PESISIR KABUPATEN GUNUNGKIDUL

CATUR PRIHATI, Prof. Dr. R. Rijanta, M. Sc. ; Ir. Agam Marsoyo, M. Sc., Ph. D.

2019 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Masyarakat di kawasan pesisir Kabupaten Gunungkidul pada awalnya merupakan masyarakat agraris yang bergantung hidupnya pada sektor pertanian. Sumber daya pesisir yang sangat beragam menyimpan potensi yang besar untuk dikembangkan, terutama di sektor pariwisata. Dalam kerangka penghidupan berkelanjutan, munculnya destinasi wisata baru termasuk dalam konteks kerentanan karena dapat memberikan dampak positif sekaligus dampak negatif bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir. Namun demikian, masyarakat harus mempunyai kemampuan untuk mengelola penghasilan dan sumberdaya/aset yang dimilikinya dengan cara mengupayakan berbagai strategi penghidupan sehingga mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan aset oleh masyarakat lokal dan mengeksplorasi strategi penghidupan yang dilakukan oleh masyarakat lokal di Kabupaten Gunungkidul. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode survey dan observasi di kawasan pesisir Kabupaten Gunungkidul. Penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu 43 pantai yang memiliki kelompok pengelola kawasan pesisir. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan FGD dan dianaliis secara deskriptif. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa aset dimanfaatkan oleh masyarakat dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup dengan upaya: (1) melakukan proses adaptasi; (2) menciptakan peluang kerja; (3) mempertahankan aset alam sebagai anugerah Tuhan yang harus dijaga dan dilestarikan keberadaaannya. Pesisir kecamatan yang memiliki destinasi wisata yang banyak dan bervariasi cenderung memiliki penguasaan aset yang lebih tinggi. tingkat penguasaan aset oleh masyarakat di kawasan pesisir bervariasi. Pada destinasi wisata lama, penguasaan aset sosial, aset manusia, aset fisik termasuk kategori rendah, penguasaan aset finansial termasuk kategori rendah sekali dan penguasaan aset alam termasuk kategori sedang. Pada destinasi wisata baru penguasaan aset fisik dan finansial termasuk kategori rendah, penguasaan aset manusia termasuk kategori sedang, penguasan aset alam dan sosial termasuk kategori tinggi sekali. Strategi penghidupan yang ditempuh oleh masyarakat pesisir paling dominan adalah strategi diversifikasi, kemudian diikuti dengan strategi konsolidasi, strategi keamanan dan strategi kompensasi.

The community in the coastal area of Gunungkidul Regency was originally an agricultural society that depended on its livelihood in the agricultural sector. Very diverse coastal resources save huge potential to be developed, especially in the tourism sector. Within the framework of sustainable livelihoods, the emergence of new tourist destinations is included in the context of vulnerability because it can have a positive impact as well as a negative impact on people living in coastal areas. However, the community must have the ability to manage their income and resources / assets by pursuing various livelihood strategies so as to be able to fulfill their daily needs. The purpose of this research is to identify asset utilization by local communities and explore livelihood strategies carried out by local communities in Gunungkidul Regency. The research approach used was descriptive qualitative with survey and observation methods in the coastal area of Gunungkidul Regency. The study was conducted with a purposive sampling technique that is 43 beaches that have a coastal management group. Methods of collecting data through observation, in-depth interviews and FGD and analyzed descriptively. The results of this research indicate that assets are utilized by the community in order to maintain survival by: (1) carrying out an adaptation process; (2) creating employment opportunities; (3) maintaining natural assets as gifts from God that must be maintained and preserved. Coastal sub-districts that have many and varied tourist destinations tend to have higher asset control. the level of control of assets by people in coastal areas varies. In old tourist destinations, mastery of social assets, human assets, physical assets are included in the low category, mastery of financial assets is categorized as very low and mastery of natural assets is categorized as medium. In new tourist destinations the mastery of physical and financial assets is included in the low category, mastery of human assets is included in the medium category, mastery of natural and social assets is categorized as very high. The livelihood strategies adopted by the most dominant coastal communities are diversification strategies, then followed by consolidation strategies, security strategies and compensation strategies.

Kata Kunci : Strategi, aset, penghidupan

  1. S2-2019-404414-abstract.pdf  
  2. S2-2019-404414-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-404414-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-404414-title.pdf