STUDI DAYA DUKUNG WISATA ALAM (Studi Kasus Petak 6 Hutan Wisata Kaliurang Kec. Pakem, Kab. Sleman, DIY)
MUHAMAD WAHYUDI, Chafid Fandeli, Lies Rahayu W.F
2001 | Skripsi | S1 KEHUTANANBeratnya persoalan hidup dalam era kehidupan yang kompetitif dewasa ini sering menyebabkan orang menjadi stress. Untuk mengurangi rasa stress, wisata alam sering menjadi pilihan banyak orang. Besamya keinginan/minat masyarakat akan wisata alam membawa dampak tekanan pada ekosistem alam, yakni menjadi rusaknya ekosistem kawasan wisata yang seringkali merupakan kawasan lindung. Untuk pengembangan suatu kawasan lindung sebagai tujuan wisata, dukungan informasi perkembangan keadaan sumberdaya alam dari waktu ke waktu, kebutuhan/keinginan pengunjung terhadap pengelolaan dan daya dukung biofisik kawasan diperlukan. Penelitian dilaksanakan di Petak 6 Hutan Wisata Kaliurang pada bulan September - Oktober 2000. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui potensi biofisik yang digambarkan oleh keanekaragaman tumbuhan berkayu dan burung, dan kenampakan visual lanskap, (2) kebutuhan wisatawan (daya dukung psikologis) terhadap ruang gerak, waktu dan petugas, dan (3) daya dukung biofisik kawasan.Sampel untuk data tumbuhan berkayu dipakai metode kuadrat disertai dengan analisis INP dan Indeks diversitas. Data burung diambil dengan metode Index point of abundance (IPA) dan frequency of occurrence, dan untuk kenampakan visual lanskap digunakan metode yang dipakai Beaureau of land management. Daya dukung psikologis (PCC) diketahui dengan kuisioner dan untuk perhitungan daya dukung biofisik/riil (RCC) dipakai data keanekaragaman tumbuhan berkayu dan burung, kenampakan visual lanskap, PCC, penyinaran dan hujan. Berdasar hasil perhitungan diperoleh nilai rata-rata indeks diversitas tumbuhan berkayu sebesar 0,076 dengan jumlah jenis 59, indeks diversitas burung sebesar 0,168 dengan jumlah jenis 54. Hal ini berarti keanekaragaman jenis tumbuhan berkayu dan burung termasuk dalam kategori sangat baik. Kenampakan visual lanskap termasuk dalam kategori sedang atau kelas B dengan nilai 14,5. Berdasarkan keinginan pengunjung diperoleh nilai PCC sebesar 3.307,47 orang/hari sementara nilai RCC sebesar 682 orang/hari masing-masing dalam luasan 21,8 ha. Untuk optimalisasi fungsi Hutan Kaliurang maka sebaiknya pengelolaan tetap memperhatikan faktor keanekaragaman dan jumlah pengunjung agar tidak melebihi daya dukung riil kawasan (RCC).
Kata Kunci : daya dukung (carrying capacity), wisata alam