Laporkan Masalah

PARTISIPASILEMBAGA MASYARAKAT DALAM UPAYA KONSERVASI SUMBER DAYA HUTAN (Kasus di Desa Temulus, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah)

EDI SUPRAPTQ, Djoko Marsono, Djuwadi

2000 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Hutan merupakan sumber daya alam yang keberadaanya sangat diperlukan oleh masyarakat di sekitamya. Akan tetapi pengelolaan sumber daya hutan (SDH) yang ada selama ini seolah-olah justru berusaha menyingkirkan mereka dari hutan. Bahkan dalam banyak kasus mereka dipandang sebagai perusak hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk pemanfaatan SDH oleh masyarakat dan langkah-langkah mereka membentuk kelembagaan desa untuk mengoptimalkan partisipasi mereka dalam upaya konservasi SDH. Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Temulus, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora. Metode dasar yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metoda deskriptif. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan berbagai cara, seperti wawancara, dokumentasi dan pengamatan langsung di lapangan. Untuk meningkatkan validitas informasi yang terkumpul dilakukan dengan mengusahakan peneliti tinggal cukup lama di lokasi penelitian dan mengikuti beberapa aktivitas masyarakat (pengamatan berperan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Temulus khususnya petani mempunyai tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap hutan. Bentuk-bentuk penggunaan SDH oleh masyarakat sangat beragam, meliputi pemanfaatan lahan hutan untuk bercocok tanam, pemungutan kayu perkakas, kayu bakar dan pakan temak. Selain itu juga terdapat bentuk-bentuk pemanfaatan hasil hutan non kayu seperti daun, kulit pohon, madu dan lain-lain. Akan tetapi, tingginya ketergantungan masyarakat terhadap hutan tidak diimbangi dengan upaya mereka untuk melestarikan SDH. Selain karena rendahnya kesadaran, hal ini juga disebabkan oleh kecilnya peluang partisipasi yang dibuka untuk mereka. Kebijakan pengelolaan hutan yang ada sangat sentralistik dan hanya memikirkan keuntungan perusahan (Perhutani). Masyarakat diposisikan seolah-olah hanya sebagai buruh yang dibayar rendah. Mengatasi hal ini masyarakat Temulus mencoba membentuk suatu lembaga desa dengan dua fungsi utama yaitu memberi pembinaan masyarakat dalam memanfaatkan SDH dan mempeijuangkan adanya perubahan kebijakan pengelolaan hutan yang lebih partisipatif dan memperhatikan keberadaan masyarakat desa hutan. Masyarakat mengharapkan lembaga tersebut dapat diakui dan dijadikan mitra sejajar oleh banyak pihak terutama Perhutani. Masyarakat menjamin jika dikelola secara benar dan memperhatikan aspirasi mereka hutan pasti akan lestari.

Kata Kunci : Konservasi, partisipasi, sumber daya hutan

  1. S1-2001-90344-abstract.pdf  
  2. S1-2001-90344-bibliography.pdf  
  3. S1-2001-90344-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2001-90344-title.pdf