Laporkan Masalah

STUDI KAPASITAS INFILTRASI DIBAWAH TEGAKAN BAMBU BETUNG ( Dendrocalamus asper Schultf) DAN TEGAKAN EKALIPTUS ( Eucalyptus urophylla S.T. Blake) DI RESORT POLISI HUTAN KALIURANG BAGIAN DAERAH HUTAN YOGYAKARTA

BAMBANG SETYO ANTOKO, Djoko Marsono, Sri Astuti Soedjoko

2000 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Peran vegetasi, dalam proses penyerapan air ke dalam tanah, diduga menyebabkan terdapatnya perbedaan kapasitas infiltrasi dari setiap kawasan yang terdiri dari berbagai jenis vegetasi penutup tanah. Kaliurang merupakan kawasan pelestarian fungsi tata air dan tanah yang berfungsi sebagai daerah penyangga kehidupan bagi kota Yogyakarta. Batnbu yang mempunyai sifat cepat tumbuh, sistem perakaran kuat, luas dan menyebar serta Ekahptus yang merupakan tanaman cepat tumbuh, selalu hijau dan tidak perlu persyaratan khusus untuk pertumbuhannya, dinilai mampu memenuhi fungsi pelestarian atau konservasi tanah dan air pada kawasan Kaliurang. Tujuan penehtian ini adalah untuk mengetahui besamya kapasitas infiltrasi di bawah tegakan Bambu Betung (Dendrocalamus asper Schult.f) dan tegakan Ekahptus (Eucalyptus urophylla S.T. Blake), untuk mengetahui hubungan biomasa tumbuhan bawah dan berat jenis tanah terhadap kapasitas infiltrasi. Penelitian ini dilakukan di bawah tegakan Dendrocalamus asper dan Eucalyptus urophylla pada petak Girikerto RPH Kaliurang BDH Yogyakarta. Alat yang digunakan untuk pengukuran kapasitas infiltrasi adalah double ring infiltromeler. Pengukuran penelitian dilakukan di sebanyak 60 plot penehtian yang terbagi dalam 30 plot di tegakan Dendrocalamus asper dan 30 plot di tegakan Eucalyptus urophylla. Hasil penehtian menunjukkan bahwa biomasa tumbuhan bawah dan berat jenis tanah membeiikan pengaruh yang nyata terhadap kapasitas infiltrasi di kedua jenis tegakan, sedangkan jenis tegakan Dendrocalamus asper dan Eucalyptus urophylla tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kapasitas infiltrasi. Besar kapasitas infiltrasi rata-rata di bawah tegakan Dendrocalamus asper adalah 16,55 mm/jam dan di bawah tegakan Eucalyptus urophylla adalah 15 ,2 mm/jam. Persamaan regresi hubungan antara biomasa (Xi), berat jenis tanah (X2) dan kapasitas infiltrasi di bawah tegakan Dendrocalamus asper dan Eucalyptus urophylla (Y) adalah: Y = 83,5788 + 0,0665Xi - 30,1469X2. Persamaan-persamaan regresi tersebut mempunyai koefisien determinasi sebesar 0 ,754 atau 75,4 % variabel Xi, X2 yang digunakan secara bersama-sama dalam model mampu menjelaskan variasi besar kapasitas infiltrasi secara keseluruhan dan sisanya sebesar 24,6 % merupakan variabel random. Semua persamaan regresi di atas tidak dapat secara langsung digunakan pada perhitungan dengan tipe vegetasi sejenis di tempat lain karena kapasitas infiltrasi juga dipengaruhi oleh variabel-variabel lain selain biomasa dan berat jenis tanah.

The role of vegetation, in water absorbatiop through the soil, cause differences in infiltration capasity from each area which consist of variety land cover vegetation. Kaliurang, the back bane of Yogyakarta, is an area which function to preserve water and soil system. Bamboo and Ekaliptus is fast growing has strong root system, fast and ever green species was able to meet a demand in preservation and conservation of land and soil system at Kaliurang. The aims of this research are to discover the infiltration capasity under Bambu Betung {Dendrocalamus asper Schult. F) and Ekaliptus {Eucalyptus urophylla S.T. Blake) stand and to discover the relationship between undo- growth biomass and bulk density soil with infiltration capasity. The research is done under the Dendrocalamus asper and Eucalyptus urophylla stand at petak Girikerto, Resort Polisi Hutan Kaliurang Bagian Daerah Hutan Yogyakarta. The tool to measure infiltration capasity is double ring infiltrometer. The research measurement was done at 60 plot which is divide into 30 plot for each species. The result of this research shows that under growth biomass and bulk density soil gave a significant effect to infiltration capasity to both of the species, while both of the species are Dendrocalamus asper and Eucalyptus urophylla stand did not give any significant effect to infiltration capasity. The average of infiltration capasity under Dendrocalamus asper stand is 16,55 mm/hour and under Eucalyptus urophylla stand is 15,2 mm/hour. The regression equation between biomass (Xi), bulk density (X2) and infiltration capasity in both of the species is Y = 83,5788 + 0,0665Xi - 30,1469X2. This regression has 0,754 coefficien determination or 75 ,4 % variables Xi, X2 which use in the same time of the model can explained variation of the whole infiltration capasity and 24,6 % is random variable. All the regression equation is not suitable to use of the same vegetation in other places directly because infiltration capasity is also influenced by another variable besides biomass and bulk density soil.

Kata Kunci : Kapasitas Infiltrasi, Biomasa, Berat Jenis Tanah.

  1. S1-2000-94913-abstract.pdf  
  2. S1-2000-94913-bibliography.pdf  
  3. S1-2000-94913-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2000-94913-title.pdf