MOTIVASI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN HUTAN RAKYAT (Kasus Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Propinsi Jawa Tengah)
Milla Septiana, Wahyu Tri W
2009 | Skripsi | S1 KEHUTANANHutan rakyat adalah hutan yang tumbuh di atas lahan milik rakyat, baik petani secara perseorangan maupun bersama-sama. Pengetahuan tradisional yang diikuti dengan kemauan dan kerelaan masyarakat lokal untuk mengelola hutan milik menciptakan kearifan lokal, yang dibalik itu terdapat motivasi pembangunan hutan rakyat. Motivasi merupakan suatu tenaga atau faktor yang terdapat dalam diri manusia yang menimbulkan dan mengarahkan tingkah lakunya. Motivasi muncul karena adanya motif dalam diri, yaitu suatu alasan atau dorongan yang menyebabkan seseorang berbuat sesuatu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini meliputi data primer yang dikumpulkan melalui teknik wawancara dengan key informan sesuai dengan tujuan, metode penelitian, dan analisis yang digunakan. Data sekunder diperoleh dengan mengakses data dan informasi yang terdapat di kantor desa, dusun dan instansi yang terkait. Pengumpulan data sekunder juga dilakukan menggunakan teknik dokumenter. Pengelolaan hutan rakyat di Desa Karangrejo merupakan perilaku masyarakat yang bermotif kompleks dengan latar belakang memenuhi berbagai macam kebutuhan. Ragam motif masyarakat Desa Karangrejo adalah motif untuk memenuhi kebutuhan Pokok, kebutuhan kepuasan diri, dan kebutuhan tabungan masa depan. Faktor-faktor yang mempengaruhi ragam motivasi masyarakat tersebut ada dua macam, yaitu faktor dari dalam (intern) dan faktor ekstern. Keberagaman masyarakat Desa Karangrejo dalam mengelola hutan rakyat dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok masyarakat berdasarkan keaktifan masyarakat mengikuti organisasi kelompok tani hutan rakyat.
Community forest is a forest cultivated on community land, both individually and collectively by farmers. Traditional knowledge followed with desire and willingness from local community to manage forest owned creates local wisdom, in which there is motivation found to develop community forest. Motivation is a power or factor adhered within human which build and direct his/her behavior. The motivation appears because of internal motive, i.e. a reason or propulsion encouraging someone to do something. Method used in this study is case study. Data needed includes primary data collected through interview with key informants which according to the objectives, method, and analysis used. Secondary data is obtained by accessing data and information from village administration, sub-village, and related instances. The collection of secondary data is also taken by documentation. Management of community forest in Karangrejo village is a community behavior which has complex motive with background to fulfill various needs. Various motives of community in Karangrejo village are motives to fulfill primary need, self satisfaction, and future savings. There are two factors influencing above motives, i.e. internal factor and external factor. Diversity of community in Karangrejo village to manage community forest can be classified into two groups of community accorded to community activeness for joining farmer organization of community forest.
Kata Kunci : Hutan rakyat, motivasi, perubahan