Hubungan antara Pengetahuan Ibu Hamil tentang Efek Rokok pada Kehamilan, Kelahiran, dan Bayi Baru Lahir dengan Asertivitas Ibu terhadap Merokok di Dalam Rumah di Kabupaten Lombok Utara
Amaya Sheila Maharani Purboningrum, Dr. Retna Siwi Padmawati, MA; dr. Rosalia Kurniawati Harisaputra, MPH; Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M. Si., Ph. D
2018 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang: Ibu hamil yang terpapar asap rokok akan membahayakan kehamilan, kelahiran, dan bayi baru lahir. Proporsi perokok di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan usia lebih dari sepuluh tahun yang setiap hari merokok berada pada peringkat lima besar menurut data Riskesdas tahun 2013. Salah satu cara untuk menghilangkan paparan asap rokok di dalam rumah adalah dengan meminta suami untuk merokok di luar rumah. Dibutuhkan asertivitas yang tinggi dari para ibu hamil untuk mewujudkan hal tersebut. Salah satu faktor yang memengaruhi asertivitas adalah tingkat pengetahuan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat asertivitas. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang efek rokok pada kehamilan, kelahiran, dan bayi baru lahir dengan asertivitas ibu terhadap merokok di dalam rumah di Kabupaten Lombok Utara. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder dari penelitian "Dampak Pengurangan Paparan Asap Rokok di Rumah terhadap Prevalensi Berat Badan Lahir Rendah dan Kesehatan" oleh PEER Health Research Project dengan USAID, RTI Internasional, dan FKKMK UGM. Analisis univariabel dilakukan untuk mengetahui karakteristik dari responden. Analisis bivariabel dilakukan dengan metode regresi logistik untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara variabel pengetahuan, umur, pendidikan, sosial ekonomi, dan jumlah paparan asap rokok dengan tingkat asertivitas ibu hamil. Analisis multivariabel dilakukan dengan metode regresi logistik untuk melakukan uji variabel pengganggu. Hasil: Responden dengan pengetahuan baik berpeluang memiliki asertivitas tinggi sebanyak 1,9 kali dibandingkan dengan yang berpengetahuan buruk (p = 0,0000). Responden dengan tingkat pendidikan lanjut berpeluang memiliki asertivitas tinggi sebanyak 1,9 kali dibandingkan dengan tingkat pendidikan dasar (p = 0,0001). Kelompok usia muda (< 20 tahun) berpeluang untuk lebih asertif sebesar 2 kali dibandingkan usia tua (> 35 tahun) (p = 0,0470). Variabel sosial ekonomi (p = 0,6650) dan jumlah paparan asap rokok (p = 0,6310) tidak berhubungan dengan tingkat asertivitas. Tidak terdapat perubahan odds ratio lebih dari 10% pada pengetahuan baik (OR= 1,9) setelah mempertimbangkan variabel umur (OR = 1,9) dan tingkat pendidikan (OR = 1,8). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan asertivitas. Variabel umur dan pendidikan bukan merupakan variabel pengganggu terhadap hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat asertivitas.
Background: Cigarette smoke exposure during pregnancy is extremely dangerous and may affect the newborn and its delivery. Province of Nusa Tenggara Barat is ranked among the top 5 provinces with the biggest proportion of cigarette smokers over the age of 10, according to Riskesdas 2013. One of the ways to eradicate the exposure of cigarette smoke is through assertiveness, by asking husbands not to smoke inside the house. Assertiveness is determined by knowledge. Therefore, it is necessary to conduct a research to observe the relationship between the level of assertiveness and knowledge. Objective: To assess the association between the knowledge of pregnant women about the effect of cigarettes towards pregnancy, delivery, and newborns and mothers' assertiveness against cigarette smoking in the home in the province of Lombok Utara. Method: This original study was a quasi experimental study, but this paper is using only the data from the baseline of "Impact of Reduced in Home Secondhand Smoke Exposure on Low Birth Weight in Prevalence and Neonate Health", a study conducted by PEER Health Research Project, USAID, RTI International, and FKKMK UGM. Univariable analysis was performed to assess the characteristics of the respondents. Bivariable analysis was performed using logistic regression to assess the relationship between knowledge, age, educational background, socioeconomic status, the amount of cigarette smoke exposure and level of assertiveness. Multivariable analysis was performed with logistic regression to assess confounding factors. Result: Respondents with better knowledge of the risk of cigarette smoke are found to have higher level of assertiveness, which is 1,9 times higher than those lower (p = 0,0000). Respondents with higher educational background (high school and above) are found to have higher level of assertiveness, which is 1,9 times higher than those lower (p = 0,0001). Younger respondents (< 20 years old) tend to be twice more assertive than older respondents (> 35 years old) (p = 0,0470). Socioeconomic status (p = 0,6650) and amount of cigarette smoke (p = 0,6310) exposure are found to have no significant associations with level of assertiveness. There is no more than 10% change in odds ratio of the knowledge of pregnant women (OR=1,9) after the consideration of age (OR=1,9) and educational background (OR=1,8). Conclusion: There is an association between assertiveness and the level of knowledge. Age and education are not considered as confounding factors to the association between knowledge and assertiveness.
Kata Kunci : asertivitas, ibu hamil, pengetahuan, asap rokok, NTB