STUDI KOMPARASI PENERAPAN FUNGSI WEIBULL DAN FUNGSI BETA PADA SEBARAN DIAMETER SETINGGI DADA TEGAKAN JATI (Tectona grandis L.f) DIWILAYAH PERUM PERHUTANI UNIT I JAWA TENGAH
CATUR MAKHMUDI, Agus Setyarso
2000 | Skripsi | S1 KEHUTANAN
Pengelolaan hutan lestari dapat dicapai melalui sistem pengaturan hasil hutan
yang tepat. Penerapan sistem pengaturan hasil hutan yang tepat membutuhkan
ketersediaan informasi dasar tentang dinamika tegakan. Dinamika tegakan dapat
digambarkan melalui distribusi diameter. Beberapa penelitian mengenai informsai
dasar tentang dinamika tegakan telah dilaksanakan pada tegakan jati di Jawa.
Hasil penelitian menyatakan bahwa fungsi Weibull dan fungsi Beta cukup baik
untuk menggambarkan distribusi diameter tegakan jati.
Penelitian ini dilaksanakan untuk mengamati lebih lanjut mengenai model
distribusi diameter yang didasarkan pada fungsi Weibull dan fungsi Beta. Kedua
fungsi ini diterapkan pada 49 petak ukur kelas umur I - VII di 6 KPH (Kesatuan
Pemangkuan Hutan) Jawa Tengah. Diameter pohon masing-masing petak ukur
diukur dan dipetakan secara matematis. Fungsi Weibull dan Beta digunakan
sebagai model dasar untuk masing-masing petak ukur yang kemudian diuji
dengan menggunakan kaidah Kolmogorov-Smimov.
Hasil penelitian menyatakan bahwa fungsi Beta lebih sesuai dibanding
fungsi Weibull. Uji Kolmogorov-Smimov pada tingkat signifikansi 5% dan 1%
menunjukkan ada 4 petak ukur yang signifikan. Sementara itu, fungsi Weibull
dengan dasar perhitungan persentil ke-17 dan 97 terdapat 9 petak ukur yang
signifikan pada tingkat signifikansi 5% dan 5 petak ukur pada tingkat signifikansi
1%. Sedangkan dengan dasar perhitungan persentil ke-40 dan 82 terdapat 8 petak
ukur signifikan pada tingkat signifikansi 5% dan 7 petak ukur pada tingkat
signifikasi 1%. Berdasarkan distribusi diameter fungsi Beta dapat disusun model
penduga distribusi diameter, yaitu : fanak = 8.589 + (1.061* Sustainable forest is achieved by proper yield regulation. The
implementation of right yield regulation need the availability of basic information
concerning stand dynamic. One of this information that able to describe stand
dynamic is stand structure dynamic based on diameter distribution. Some research
regarding of this information have been conducted on teak stand in Java and
concluded that Beta and Weibull function are appropriate for diameter
distribution modeling.
This research is conducted to observed more comprehensive about diameter
distribution modeling based on these functions. Both of them implemented at 49
plots at compartments with Age-class I - VII on 6 KPHs (Kesatuan Pemangkuan
Hutan) in Central Java. Tree Dbh in each plot was measured and mapped
mathematically. Weibull and Beta function used as basic model for diameter
distribution of each plot. The goodness and fit of models tested by Kolmogorov
Smirnov-rule.
The result showed that Beta function is more accurate than Weibull.
Kolmogorov-Smimov test for 5% and 1% significant level showed that there are 4
significant plots (inappropriate models). Meanwhile Weibull function with
percentile 17th and 97th result 9 inappropriate models for 5% significant level and
5 inappropriate models for 1%. In the other hand, Weibull function with
percentile 40th and 82nd result 8 inappropriate models for 5% significant level and
7 inappropriate models for 1%. Based on Beta-diameter-distribution-models then
diameter-distribution-expeciation models for every aged-class and site-index was
arranged. These models are: (fhnax 8.589 < (1.061*(bf'CltCl). (jhnin -4.667 i
(0.863*drataj. Var-D -21.649 < (1.71 ~*(jfmax) ' (2.296*(jhnin) t
(0.7!6*
Kata Kunci : dinamika tegakan, distribusi diameter, fungsi Weibull, fungsi Beta, persentil, uji Kolmogorov-Smimov