TAKSIRAN POTENSI HUTAN RAKYAT Dl KECAMATAN PAJANGAN KABUPATEN BANTUL
FRANSISKUS XAVERIUS DAKO, Sahid
2000 | Skripsi | S1 KEHUTANANHutan rakyat pada dasarnya adalah hutan yang dibangun pada lahan milik, ditanami pohon-pohon yang pengelolaan dan perabinaannya dilakukan oleh pemiliknya dengan harapan dapat meningkatkan manfaat sosial ekonomi dan ekologi untuk kepentingan dan kesejahteraan secara lestari. Tanaman penyusunnya tidak selalu murni tanaman berkayu, tetapi sering dikombinasikan dengan tanaman pangan atau tanaman perkebunan, Berhubungan dengan itu maka penelitian ini bertujuan untuk menghitung potensi hutan rakyat, kerapatan pohon dan struktur diameter serta sistem pengelolaan hutan rakyat . Metode yang digunakan adalah metode stratifikasi random sampling dengan penempatan sampel secara proposional. Sampel responden yang diambil berjumlah 45 orang dari 712 orang untuk seluruh populasi dari strata I, strata II dan strata III> Data yang diambil adalah data sekunder dan data primer yang diukur secara langsung dilapangan terdirir dari pengisian kuisioner dan pengukuran dan tinggi pohon untuk menghitung potensi pohon, kerapatan pohon dan sistem pengelolaan hutan rakyat (pengaturan hasil, pengolahan hasil, pemasaran dan peran kelembagaan). Dari hasil penelitian ini diperoleh volume rata-rata kayu hutan rakyat sebesar 14 ,64 m3 /ha dan volume total sebesar 9757,21 m3 /ha sedangkan varian rata-rata diperoleh sebesar 2,17 dan varian totalnya sebesar 1049,031. Jurnlah pohon per hektar (kerapatan tanaman) diperoleh sebesar 491,6 pohon per ha dan diameter rata rata seluruh populasi sebesar 19,71 cm. Pengelolaan hutan rakyat belum sepenuhnya memperhatikan prinsip pengusahaan yang menguntungkan. Hal ini disebabkan penebangan dilakukan pada saat mempunyai kebutuhan, sistem pengolahan hasil belum berkembang, penentuan harga jual sangat lemah dan masih adanya penjualan pohon berumur mudah serta peranan kelembagaan dalam pelaksanaannya belum optimal.
Kata Kunci : Taksiran potensi, Hutan rakyat