PARTISIPASI PETANI TERHADAP PELESTARIAN CENDANA (Santalum album, L) ( Study Kasus di Desa Binaus, Kecamatan Molo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Propinsi Nusa Tenggara Timur )
MARTHEN NATONIS, San Afri Awang
2000 | Skripsi | S1 KEHUTANANCendana (Santalum album, L) merupakan hasil hutan ikutan yang telah lama dikenal dan pemah terdapat di Indonesia dalam kuantitas yang sangat banyak. Sebagai tanaman khas yang tumbuh di Pulau Timor, cendana mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dan cakupan pemanfaatan baik dalam skala nasional maupun intemasional. Bagi Pemerintah Daerah NTT, cendana merupakan hasil hutan yang mempunyai andil besar dalam menunjang PAD (Pendapatan Asli Daerah), karena hampir 40-50% PAD NTT disumbangkan oleh cendana. Suatu hal yang sangat memprihatinkan dalam beberapa periode terakhir adalah kondisi populasi cendana yang semakin menurun bahkan menuju pada kepunahan seiring dengan menurunnya tingkat partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian cendana. Hal ini disebabkan oleh ketidakpastian status pemilikan cendana antara Pemerintah Daerah dan masyarakat serta adanya ketidakadilan dalam sistem bagi hasil. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor faktorfaktor sosial ekonomi yang sangat berkompeten serta pengaruhnya terhadap tingkat partisipasi petani dalam upaya pelestarian cendana, mengetahui dan menganalisis kebijakan-kebijakan baru yang diambil oleh Pemerintah Daerah dalam rangka mengembalikan semangat partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian cendana., serta mengetahui sejauh mana dan dalam bentuk apa peranan petani dalam melestarikan cendana. Penelitian ini dilakukan di desa Binaus, Kecamatan Molo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey atau orientasi lapangan dengan teknik pengambilan sampel wilayah penelitian dilakukan secara purposive, axtinya didasarkan pada tujuan tertentu. Sedangkan pemilihan petani responden dilakukan secara random sederhana Jumlah sampel yang diambil adalah 70 KK yang menyebar di wilayah desa Binaus. Pengambilan data dilakukan dengan pengamatan langsung, wawancaia langsung, dan data-data sekunder atau pendukung lainnya yang diperoleh dari data desa dan instansi terkait. Data yang diperoleh berupa kondisi sosial ekonomi masyarakat dan jumlah pemilikan cendana, dianalisis dengan metode Chi Square dengan tingat signiftkasi 5% kemudian dilanjutkan dengan uji kontingensi. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa : 1) Dari lima variabel sosial ekonomi masyarakat yang diduga mempengaruhi tingkat partisipasi petani, setelah diuji temyata hanya satu variabel yang signifikan, yaitu luas pemilikan lahan; 2) Kebijakan Pemerintah Daerah yang mengatur tentang cendana memberi pengaruh yang sangat besar terhadap tingkat partisipasi petani dalam upaya pelestarian cendana; 3) Keterlibatan masyarakat dalam upaya pelestarian cendana selama ini hanya terbatas pada pemeliharaan dan perawatan anakan yang tumbuh alami serta pengamanan terhadap pohon yang sudah produktif.
Kata Kunci : cendana, pelestarian, petani, dan partisipasi