Laporkan Masalah

UJI KEMAMPUAN BIBIT ASAL STETCPUCUK, SEEDLING DAN KULTUR JARINGAN TERHADAP PERTUMBUHAN JATI ( Tectona grandis L.f ) SAMPAI UMUR 8 BULAN Dl KPH NGAWI JAWA TIMUR

PRIYONO SURYANTO, Mohammad Na'iem, Sapto lndrioko

2000 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Keberhasilan pembangunan hutan tanaman dalam rangka pengelolaan hutan yang produktif, kompetitif, efisien dan lestari dapat terwujud bila didukung oleh pelaksanaan silvikultur intensif di lapangan secara profesional. Penggunaan bibit unggul yang berasal dari pengembangbiakan generatif atau vegetatif masih dalam kajian yang berlanjut. Uji kemampuan bibit asal stek pucuk, kultur jaringan dan seedling bertujuan untuk mengetahui bibit yang paling baik pertumbuhannya. Penelitian ini dilakukan sampai tanaman Tectona grandis L.f berumur 8 bulan, berlokasi di Petak 70 a, RPH Gendingan, BKPH Walikukun, KPH Ngawi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan tiga bibit (stek pucuk, kultur jaringan dan seedling) dengan menggunakan lima nomor pohon plus yaitu 1, 3, 5, 7, dan 75 sebagai perlakuan. Penanaman dilakukan pada tanggal 6-8 Pebruari 1999, dengan menggunakan jarak tanam 6 x 2 meter. Penelitian ini menggunakan rancangan Acak Lengkap Berblok (RCBD) dengan 15 seedlot, tiap seedlot terdiri dari 9 Treeplot dengan replikasi yang digunakan sebanyak tiga blok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit yang berasal dari stek pucuk mempunyai persentase hidup 94,81 %), kultur jaringan (90,37 %) dan untuk yang berasal dari seedling (84,44 %). Pertumbuhan diameter antara ketiga bibit tersebut menunjukkan ada perbedaan yang nyata pada taraf uji 5 %. Di mana urutan bibitnya adalah seedling (rata-rata = 2,89 cm), kultur jaringan (rata-rata = 2,48cm) dan stek pucuk (rata-rata =2,12cm). Pertumbuhan tinggi di antara ketiga bibit tersebut menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata pada taraf uji 5 % dan dari kelima nomor pohon plus yang digunakan menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata baik pada pertumbuhan diameter maupun pertumbuhan tinggi. Sedangkan berdasarkan kelurusan batangnya, bibit yang berasal dari seedling memiliki skor ketegakan batang yang paling baik (100%), diikuti kultur jaringan (97 %) dan stek pucuk (80,47 %).

Kata Kunci : stek pucuk, kultur jaringan, seedling

  1. S1-2000-104079-abstract.pdf  
  2. S1-2000-104079-bibliography.pdf  
  3. S1-2000-104079-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2000-104079-title.pdf