ANALISIS PROGRAM PERHUTANAN SOSIAL TERHADAP TINGKAT DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN RUMAH TANGGA TANI SERTA KEBERHASILAN TANAMAN POKOK
ACHMAD BASUKI, G.Y. Kamsilam Tirtohamijoyo
1995 | Skripsi | S1 KEHUTANANImplikasi secara mikro pada wilayah Perhutani ditemukan permasalahan tekanan sosial ekonomi dan budaya masyarakat yang mengakibatkari turunnya produktifitas lahan dan fungsi hutan. Secara umum juga masih banyak kawasan hutan rawan ditinjau dari aspek sosial ekonomi yang dicirikan oleh besarnya tekanan penduduk, tingkat pendapatan rendah, interaksi negatif terhadap hutan cukup tinggi seperti rpencurian, perencekan, periggembalaan, kebakaran dan juga masih banyak desa miskin di sekitar hutan yang menyebabkan potensi ekonominya rendah. Salah satu alternatif memeeahkan masalah di atas, Perhutani sebagai agen pembangunan (Agent of Developtment> mengadakan Perhutanan Sosial. Perhutanan Sosial di KPH Jatirogo telah mulai dilaksanakan pada tahun 1988. Salah satu petak percontohan PS di KPH Jatirogo adalah petak. 15c RPH Sekaran , BKPH Bancar. Salah satu indikasi keberhasilan pelaksanaan PS adalah tercapainya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya pesanggem dan tercapainya keberhasilan tanaman pokok kehutanan. Dari analisis data diperoleh hasil bahwa secara umum Perhutanan Sosial mampu memberikan kontribusi pendapatan yang cukup besar pada semua strata pemilikan lahan. Peningkatan pendapatan terbesar diperoleh pesanggem strata IV yaitu sebesar 47% dan tumpangsari pada lahan PS memberikan kontribusi sebesar 31,5% dari total pendapatan selama satu tahun. Perhutanan Sosial juga mampu mengurangi jumlah RT yang berada di bawah garis kemiskinan pada masing-masing strata pemilikan lahan. Demikian juga untuk distribusi pendapatan RT tani mengalami perbaikan yang ditunjukkan oleh penurunan angka gini dari 0,3493 (kondisi tanpa proyek) menjadi sebesar 0,3293 (pada kondisi dengan proyek). Untuk keberhasilan pelaksanaan PS ditinjau dari aspek keberhasilan tanaman pokok Kehutanan menunjukkan hasil yang meningkat dari tahun ke tahun yaitu : untuk PStahun 1990 mencapai 70%, PS tahun 1991 sebesar 80% dan PS tahun 1992 sebesar 93%. Ada indikasi semakin meningkat kesadaran dan tanggung jawab pesanggem untuk memelihara tanaman pokok kehutanan sebagai akibat manfaat yang cukup dirasakan oleh pesanggem dari kegiatan Perhutanan Sosial ini .
Kata Kunci : Distribusi pendapatan, kesejahteraan, program perhutanan,