ANALISA SOSIAL EKONOMI PETANI TUMPANGSARIEMPANG PARIT ( Studi Kasus di RPH Cibuaya, BKPH Cikiong, KPH Purwakarta )
MULYAWATI PRASETYANINGTYAS, G Y Kamsilam
1997 | Skripsi | S1 KEHUTANANUpaya rehabilitasi hutan mangrove di RPH Cibuaya, BKPH Ciking, KPH Purwakarta, Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dilaksanakan melalui program tumpangsari empang parit . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan sosial ekonomi petani penggarap, mengetahui sumbangan tumpangsari empang parit terhadap kesejahteraan petani dan mengetahui keberhasilan tanaman pokok kehutanan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik studi kasus. Data yang diperoleh kemudian dianalisa secara kualitatif . Dari tumpangsari empang parit, petani penggarap dapat menjual hasil panen berupa udang windu, bandeng, mujaer dan udang alam. Pendapatan yang diterima oleh kelompok penggarap pada lahan kelas garapan I sebesar Rp 491.830,10/th/ha. Hasil pada kelas garapan II Rp 370.235,74./th/ha dan pada kelas garapan III Rp 401.082,80/th/ha. Sumbangan tumpangsari empang parit terhadap kesejahteraan kelompok penggarap I sebesar 96,08%, untuk kelompok II sebesar 87,61% dan untuk kelompok III sebesar 84,38%. Keberhasilan tanaman bakau bakau tahun tarxam 1995 pada petak 43 hanya 38,2%, petak 49 65,87% dan petak 52 mencapai 75,37%.
Kata Kunci : bakau, rehabilitasi, tumpangsari