Laporkan Masalah

STUDI PERKEMBANGAN AGROFORESTRY DI LAHAN PEKARANGAN TRANSMIGRAN (Studi Kasus di Daerah Transmigrasi Kuamang Kuning I dan Kuamang Kuning XVI, Kecamatan Muara Bungo, Kabupaten Bungo Tebo, Propinsi Jambi)

ZULKARNAIN, Heru Iswantoro, Moch. Sambas

1997 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perkembangan agroforestry dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat perkembangan agroforestry di lahan pekarangan transmigran serta sumbangan pendapatan lahan pekarangan terhadap pendapatan total transmigran. Penelitian ini dilaksanakan di daerah transmigrasi Kuamang Kuning I dan Kuamang Kuning XVI, Kecamatan Muara Bungo, Kabupaten Bungo Tebo, Propinsi Jambi dari tanggal 15 Januari sampai dengan 15 Februari 1996. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Data primer berupa data sosial ekonomi transmigran diperoleh dengan mewawancarai 50 responden pada Kuamang Kuning I dan 51 responden pada Kuamang Kuning XVI. Data hasil wawancara dianalisis dengan chi-kuadrat. Data sekunder diperoleh dari Kantor Transmigrasi Muara Bungo. Pada Kuamang Kuning I diperoleh hasil analisis 8% untuk tingkat perkembangan rendah, 18% sedang, dan 74% tinggi, sedangkan pada Kuamang Kuning XVI diperoleh 9.8% untuk tingkat perkembangan rendah, 15.69% sedang, dan 74.51% tinggi. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat perkembangan agroforestry pada Kuamang Kuning I adalah umur, pendidikan, jumlah keluarga, pendapatan dari lahan pekarangan, pekeijaan di daerah asal, motivasi bertransmigrasi, lama bekerja di lahan pekarangan, dan lama bermukim. Pada Kuamang Kuning XVI, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat perkembangan agroforestry di lahan pekarangan adalah umur, jumlah keluarga, pendapatan lahan pekarangan, motivasi bertransmigrasi, lama bekeq'a di lahan pekarangan, dan lama bermukim. Sumbangan agroforestry di lahan pekarangan pada Kuamang Kuning I sebesar Rp 8.626.245 per tahun, meliputi 9,34% dari pendapatan total sebesar Rp 92.351.595. Sedangkan pada Kuamamg Kuning XVI sebesar Rp 13.326.550, meliputi 14,03% dari pendapatan total sebesar Rp 94.976.200.

This study has been aim to know the stage of agroforestry development and factors influencing the stage of agroforestry development at home garden of transmigrants and the contribution from the income of home garden to the total income of transmigrants. The stage of agroforestry at Kuamang Kuning I and Kuamang Kuning XVI are classified to be high. At Kuamang Kuning I the result of analisys is obtained namely stage of low development is 8%, intermediet development is 18% and high development is 74%, whereas at Kuamang Kuning XVI is obtained the stage of low development is 9.8%, intermediet development is 15.89%and high development is 74.51%. The factors influencing the stage of agroforestry development at Kuamang Kuning I are age, education, total members of family, income ofhome garden, occupation of home land, motivation for transmigration, work experience athome garden, and length of stay at transmigration area. At Kuamang Kuning XVI the factors influencing the stage of agroforestry development at home garden are age, total members of family, income yard field, motivation for transmigration, work experience at home garden, and length of time for stay at transmigration area. The contibution of agroforestry in the home garden at Kuamang Kuning I as much as Rp 8,626,245 involving 9.34% from total income, whereas at Kuamang Kuning XVI Rp13,326,550 involving 14.03% from total income.

Kata Kunci : perkembangan, pekarangan, agroforestry

  1. S1-1997-81431-abstract.pdf  
  2. S1-1997-81431-bibliography.pdf  
  3. S1-1997-81431-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1997-81431-title.pdf