EVALUASI UJI KETURUNAN JATI (Tectona grandis L.f) UMUR 10 TAHUN DI KPH CEPU
GLADI HARDIYANTO, Prof. Dr. Ir. Hj. Oemi Hani’in Soeseno, Dr. Ir. H. Mohammad Na’iem, M.Agr.
1999 | Skripsi | S1 KEHUTANANPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertanaman uji keturunan jati umur 10 tahun dengan menghitung prosen hidup tanaman, mengetahui variasi tinggi pohon, tinggi bebas cabang, dan diameter batang; mengetahui seedlot/famili terbaik; menaksir nilai heritabilitas dan perolehan genetik; serta menghitung korelasi genetik antar karakter tanaman yang diukur. Hasil evaluasi disamping untuk melihat pertumbuhan dari pohon plus yang diuji, juga sebagai informasi awal program pemuliaan pohon selanjutnya, yaitu pelaksanaan penjarangan seleksi untuk membuang keturunan pohon plus yang mempunyai fenotipe dan genetipe tidak superior pada kebun benih klon. Penelitian mengambil lokasi di petak 7096, RPH Cabak, BKPH Cabak, KPH Cepu Jawa Tengah. Bahan penelitian adalah pertanaman uji keturunan jati umur 10 tahun asal benih dari biji-biji pohon plus unit I dan II Perum Perhutani. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Berblok (RCBD) dengan 3 blok , 76 seedlot, dan 9 treeplot, dengan jarak tanam 3 x 3 meter. Hasil penelitian menunjukkan prosen hidup tanaman sebesar 80,41 %. Terdapat variasi yang nyata diantara seedlot untuk karakter tinggi, tinggi bebas cabang, dan diameter. Taksiran nilai heritabilitas karakter tinggi adalah 0,553, karakter diameter 0,311, dan karakter tinggi bebas cabang 0,742. Taksiran perolehan genetik jika intensitas seleksinya 10 % adalah 5,933% untuk karakter tinggi, 2,5577% untuk karakter diameter, dan 10,334% untuk karakter tinggi bebas cabang. Korelasi genetik antara karakter tinggi dan diameter sebesar 0,335, karakter tinggi dan tinggi bebas cabang 0,774, dan karakter diameter dan tinggi bebas cabang sebesar 0,399.
Kata Kunci : Uji keturunan, Jati