Laporkan Masalah

STUDI PENELITIAN RASIO LANCAR OPTIMAL PADA PEMERINTAH DAERAH KOTA SAMARINDA

MAULIDA AGUSTIRA, Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A., Ak., CA.

2019 | Skripsi | AKUNTANSI

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nilai rasio lancar optimal yang dimiliki Pemerintah Daerah Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemerintah Kota Samarinda tahun 2014, 2015, dan 2016, dan data mengenai produk perbankan diperoleh dari laman resmi Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (bankaltimtara) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Metode analisis data yang dilakukan yaitu memodifikasi aset lancar dengan menentukan saldo kas optimal menggunakan model Miller-Orr. Hasil dari penelitian ini menunjukkan rasio lancar Pemerintah Kota Samarinda pada tahun 2014, 2015, dan 2016 yaitu sebesar 1,77 kali, 0,27 kali, dan 0,59 kali aset lancarnya. Sedangkan rasio lancar optimal Pemerintah Kota Samarinda pada tahun 2014, 2015, dan 2016 sebesar 4,58 kali, 0,57 kali, dan 0,61 kali aset lancarnya. Rasio lancar di tahun 2016 adalah nilai rasio yang paling mendekati nilai rasio lancar optimal. Kondisi ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Samarinda mengalami perubahan basis akuntasi, sehingga mempengaruhi penyusunan Laporan Keuangan Kota Samarinda. Basis akuntansi yang digunakan dalam Laporan Keuangan Pemerintah Kota Samarinda tahun 2014 adalah basis kas menuju akrual, sementara basis akuntansi yang digunakan di tahun 2015 dan tahun 2016 adalah basis akrual.

The objective of this research is to determine the optimal current ratio owned by Pemerintah Daerah Kota Samarinda. This research used secondary data from Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemerintah Kota Samarinda in 2014, 2015, and 2016, and data on banking products are obtained from official website of Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (bankaltimtara) and Bank Rakyat Indonesia (BRI). The methods of data analysis was done by modifying current assets by determining the optimal cash balance using Miller-Orr model. The results of this research indicate the current ratio of Pemerintah Daerah Kota Samarinda in 2014, 2015, and 2016 was 1,77 times, 0,27 times, and 0,59 times of the current assets. While the optimal current ratio of Pemerintah Daerah Kota Samarinda in 2014, 2015, and 2016 was 4,58 times, 0,57 times, and 0,61 times of the current assets. In 2016, current ratio is the closest to the optimal current ratio. This condition showed that Pemerintah Daerah Kota Samarinda encountered a change in the accounting basis used, thus affecting preparation of the Kota Samarinda’s financial report. Accounting basis used in the Pemerintah Daerah Kota Samarinda’s financial report in 2014 is the cash basis to accrual, while the accounting basis used in 2015 and 2016 are the accrual basis.

Kata Kunci : aset lancar, kewajiban lancar, model Miller-Orr, saldo kas optimal, rasio lancar optimal.

  1. S1-2019-311434-abstract.pdf  
  2. S1-2019-311434-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-311434-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-311434-title.pdf