PERSPEKTIF PENGSMBANGAN LEMBAGA KOPERASI SEBAGAI WADAH INTERAKSI MASYARAKAT DESA DAN HUTAN ( Studi Kasus Pada Pilot Proyek Pengelolaan Hutan Jati Optimal di KPH Madiun )
PURWADI SOEPRIHANTO, Hasanu Simon, Heru Iswantoro
1994 | Skripsi | S1 KEHUTANANSejak tahun 1991, di wilayah Sub KPH Madiun Utara telah dilaksanakan Pilot Proyek Pengelolaan Hutan Jati Optimal, yang merupakan kerja saina antara Fakultas Kehutanan UGM dengan Perum Perhutani. Dalam pilot proyek ini dirumuskan bahwa perencanaan pengelolaan hutan harus diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan wilayah. Hutan tidak lagi dipandang sebagai sistem yang terpisah dengan 1ingkungannya, melainkan merupakan subsistem dari pembangunan wilayah yang pelaksanaannya harus diselaraskan dengan pembangunan wilayah. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perspektif pengembangan lembaga koperasi sebagai wadah interaksi masyarakat dan hutan . Untuk kepentingan ini, dilakukan studi diagnostik untuk memahami interaksi masyarakat desa dan hutan, dalam kaitannya dengan pengelolaan hutan . Selanjutnya, persepsi masyarakat terhadap pengembangan koperasi dan faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhinya, serta peranan lembaga koperasi dalam memecahkan permasalahan interaksi masyarakat desa dan hutan, dianalisis untuk mendapatkan gambaran tentang hubungan yang akan terjadi antara masyarakat desa, hutan, dan pengelola hutan dengan adanya kelembagaan tersebut. Hasil analisis menunjukkan, interaksi masyarakat desa Mojjorayung, yang dipilih sebagai lokasi penelitian dan hutan cenderung negatif . Hal ini terjadi sebagai akibat dari upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat akan kayu perkakas, kayu bakar, kesempatan kerja dan hijauan makanan ternak. Untuk memecahkan masalah interaksi tersebut, koperasi akan berperan dalam hal pemenuhan kayu perkakas dan kayu bakar, pasokan sarana produksi dan pemasaran hasil pertanian, serta mempertinggi keberhasilan tanaman . Sementara itu, persepsi masyarakat terhadap pengembangan lembaga koperasi, masih dipengaruhi oleh citra KUD yang kurang baik, karena jauhnya lembaga ini dari jangkauan masyarakat desa. Faktor-faktor sosial ekonomi yang terbukti signifikan mempengaruhi persepsi masyarakat adalah umur, pendidikan, pendapatan serta pemilikan sarana transportasi.
Kata Kunci : koperasi, perspektif pengembangan, pengelolaan hutan